Saham BBNI Berpotensi Menguat Tebatas

Rilis laporan keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk diperkirakan mampu menjadi katalis positif untuk mencatatkan reversal dari pelemahan kemarin yang tampak dari penguatan di akhir sesi I perdagangan hari ini sebesar 25 poin ke level 7.225.
Anida ul Masruroh | 19 Oktober 2018 14:41 WIB
Petugas memperlihatkan Kartu Virtual Account Debit Bank BNI di arena Pertemuan IMF World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Rilis laporan keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk diperkirakan mampu menjadi katalis positif untuk mencatatkan reversal dari pelemahan kemarin yang tampak dari penguatan di akhir sesi I perdagangan hari ini sebesar 25 poin ke level 7.225.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2018 (tanpa audit), BNI membukukan pertumbuhan pada pendapatan bunga sebesar 11% (yoy) menjadi Rp39,42 triliun dari Rp35,39 triliun dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, dari sisi bottom line, bank plat merah ini juga sukses tumbuh 12,6% (yoy) menjadi Rp11 triliun dari Rp 10 triliun. Perkembangan rasio ROE berada di level 16,77% dengan keberhasilan BNI menekan NPL di level 0,84% dengan total penyaluran kredit sebesar Rp472 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 10,6% (yoy).

Saat ini saham emiten berkode BBNI ini memiliki valuasi yang terbilang cukup murah atau terdiskon dengan P/B ratio 1,4 kali (di bawah rata-rata historis P/B ratio 5 tahun sebesar 1,6X). Bahkan, saham BBNI ini juga mengalami undervalued apabila dibandingkan dengan sektor finansial yang memiliki nilai P/B ratio 8,6 kali.

Secara teknikal analisis, saham BBNI masih memiliki potensi menguat dengan indikator stochastic oscillator yang bergerak menuju area overbought dengan kecenderungan bullish. Sementara indikator relative strength index berada pada area netral. Diperkirakan saham BBNI akan bergerak menguat terbatas menguji MA50 sebagai resistance terdekat ke level 7.350 setelah breakout MA20. Diperkirakan saham BBNI akan bergerak dalam rentang 1.050-7.275 pada perdagangan hari ini.

Sumber: Bloomberg

*) Anida ul Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources

Tag : IHSG, bni
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top