Kiwoom Sekuritas: Pasar Tunggu RDG Bank Indonesia

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan sentimen penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (19/10/2018), tidak jauh-jauh dari risalah The Fed yang berencana akan tetap menaikan suku bunga acuannya.
Emanuel B. Caesario | 19 Oktober 2018 09:00 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan sentimen penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  pada perdagangan Jumat (19/10/2018), tidak jauh-jauh dari risalah The Fed yang berencana akan tetap menaikan suku bunga acuannya.
 
Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan faktor inilah yang akan membuat para pelaku pasar dan investor menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan berlangsung pada 23 Oktober 2018. 
 
Pandangan BI, khususnya terkait volatilitas rupiah dan strategi bank sentral Indonesia hingga akhir tahun, akan menjadi sentimen tersendiri saat RDG. 
 
Menilik dari tingginya volatilitas dan pelemahan rupiah yang sudah mencapai kisaran 11%, dia menilai masih ada potensi bagi BI untuk menaikan tingkat suku bunganya. 
 
Apalagi, sedari awal mereka menyampaikan akan menggunakan strategi Front-Loaded, Pre-Emptive. Rentang kenaikan tingkat suku bunga antara 25 bps-50 bps. 
 
Sentimen positif lainnya adalah upaya  pemerintah dalam menjaga defisit anggaran tahun ini di kisaran 1.,83%-2,04% dari PDB. Hal ini mungkin akan menjadi yang terendah sejak 2012. 
 
Dari eksternal, Perdana Menteri (PM) Inggris Theresia May memberikan sinyal bahwa dia akan mempertimbangkan untuk memperpanjang periode transisi selama beberapa bulan untuk proses Brexit. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan berbagai pihak. 
 
Selain itu, perundingan Brexit masih belum ada kemajuan signifikan terkait isu mengenai perbatasan wilayah antara Provinsi Irlandia Utara milik Inggris dengan Irlandia. 
 
"Kami melihat indeks hari ini berpotensi menguat dengan level support dan resistance 5.747-5.828," tutur Nico dalam riset harian, Jumat (19/10).
 
Pada Kamis (18/10), IHSG ditutup terkoreksi 23.38 poin atau 0,4%) ke level 5.845. Sektor yang mengalami penguatan terbesar adalah industri agrikultur dengan kenaikan 3,58% dan industri dasar sebesar 0,84%.

Adapun sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor infrastruktur dengan koreksi 2,52% dan pertambangan yang turun 0,9%.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prediksi ihsg

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top