Wijaya Karya (WIKA) Optimistis Bukukan Order Book Rp130 Triliun

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. optimistis target kontrak order book sebesar Rp130 triliun dapat tercapai pada akhir 2018.
Azizah Nur Alfi | 18 Oktober 2018 19:33 WIB
Presiden Direktur PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana (kiri) didampingi Direktur Steve Kosasih memberikan paparan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. optimistis target kontrak order book sebesar Rp130 triliun dapat tercapai pada akhir 2018.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana memperkirakan, kontrak order book dapat mencapai Rp130 triliun hingga akhir tahun. Adapun, kontrak order book sepanjang Januari - September 2018 telah mencapai Rp105 triliun.

Dari perkiraan total order book hingga akhir tahun tersebut, perseroan dapat mencapai pendapatan pada 2018 senilai Rp39 triliun dan laba Rp2,03 triliun.

Tumiyana optimistis, perseroan dapat memenuhi sisa target order book sebesar Rp25 triliun yang berasal dari proyek hasil kesepakatan di Bali beberapa waktu lalu.

Dalam catatan Bisnis.com, WIKA memperoleh kesepakatan di perhelatan IMF-WBG 2018 di Bali senilai Rp15,68 triliun, meliputi pembangunan Kawasan Pariwisata Bali Utara, pembangunan 3 jalan tol di Jakarta dan Bandung, pembangunan pabrik Kaltim Amonium Nitrat (KAN).

Di samping itu, perseroan juga mencapai kesepakatan bisnis luar negeri bersama The Development Bank of Rwanda dan Indonesia Eximbank.

"Kami akan menuju order book Rp130 triliun. Capaian sampai dengan September 2018 Rp105 triliun. Masih ada Rp25 triliun, tetapi kami memiliki proyek yang dari Bali [IMF-WBG 2018]," katanya pada Rabu (17/10/2018).

Lebih lanjut, General Manager Departemen Luar Negeri Wijaya Karya Yulianto menyebutkan omzet bisnis luar negeri WIKA pada tahun ini sebesar 6,5% dari target total kontrak baru. Perseroan memperkirakan pertumbuhan bisnis di luar negeri ke depan dapat tumbuh 23%-28%.

Pada 2019, perseroan menyasar kontrak baru dari luar negeri senilai Rp4,5 triliun. Setelah eksis di enam negara, pada tahun ini perseroan akan menjajaki negara lain di benua Afrika. Salah satunya, Senegal berupa proyek infrastruktur senilai US$100 juta dan proyek untuk kawasan wisata sebesar US$250 juta.

"Tahun ini kami akan jajaki 1-2 negara kita akan jajaki untuk mendapatkan kontraknya, yakni di Senegal dan Rwanda," imbuhnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wijaya karya, kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup