AKSI EMITEN: SRIL Memintal Devisa, CTRA Raih Marketing Sales Rp5,14 Triliun

Berita mengenai berkah pelemahan rupiah bagi PR Sri Rejeki Isman Tbk serta marketing sales PT Ciputra Development Tbk menjadi sorotan media nasional hari ini, Jumat (12/10/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 12 Oktober 2018 08:59 WIB
CEO PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto memberikan sambutan, seusai meraih penghargaan Best CEO 2018 dalam acara Bisnis Indonesia Award 2018 bertema Excellent Growth, di Jakarta, Senin (7/5/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai berkah pelemahan rupiah bagi Sri Rejeki Isman Tbk serta marketing sales PT Ciputra Development Tbk menjadi sorotan media nasional hari ini, Jumat (12/10/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

 SRIL Memintal Devisa. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membawa berkah bagi PT Sri Rejeki Isman Tbk. Emiten yang berbasis di Solo, Jawa Tengah, itu siap memintal devisa dan mempertebal margin.

CTRA Raih Marketing Sales Rp5,14 Triliun. Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. merealisasikan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar Rp5,14 triliun sepanjang Januari—September 2018, atau 66,6% dari target yang pada 2018 senilai Rp7,72 triliun. (Bisnis Indonesia)

SKRN Incar Kenaikan Laba 20%. Emiten baru yang bergerak di bidang penyewaan crane, PT Superkrane Mitra Utama Tbk. membidik laba bersih Rp120 miliar— Rp140 miliar pada 2019, atau tumbuh sekitar 20% secara tahunan. (Bisnis Indonesia)

Koreksi Pasar hanya Sementara. Investor dan pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia diharapkan merespons koreksi tajam yang dialami mayoritas bursa saham global dengan kepala dingin sembari tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. (Bisnis Indonesia)

Superkrane Bidik Laba Bersih Rp 120 Miliar. PT Superkrane Mitra Utama Tbk meraih dana segar sebesar Rp 210 miliar melalui penawaran perdana saham kepada publik alias inital public offering (IPO). Perusahaan penyewaan crane dan alat berat ini melepas 300 juta saham, setara 20% dari total modal disetor. Harga pelaksanaannya Rp 700 per saham. (Kontan)

KINO Memperbesar Porsi Kepemilikan Morinaga. PT Kino Indonesia Tbk (KINO) mengakuisisi seluruh saham milik Morinaga & Co. Ltd pada PT Morinaga Kino Indonesia (MKI). Dengan demikian, KINO bakal jadi pemegang saham mayoritas atas perusahaan patungan dengan Morinaga tersebut. (Kontan)

PPRE Incar Kontribusi Bisnis Jasa Pertambangan Hingga 15%. Diversifikasi usaha PT PP Presisi (PPRE) ke sektor jasa pertambangan mulai berkontribusi terhadap perolehan kontrak baru. Perusahaan konstruksi anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini melirik bisnis tersebut lantaran sektor pertambangan tengah booming, seiring tren kenaikan harga komoditas. (Kontan)

Tag : aksi emiten
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top