Minyak Mentah Terhempas Badai Michael, Batu Bara Melemah di Hari ke-4

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Desember 2018 ditutup melemah 2,20% atau 2,45 poin di level US$108,80 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 11 Oktober 2018 07:56 WIB
Aktivitas bongkar muat batu bara di salah satu tempat penampungan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara terus melemah selama empat hari berturut-turut setelah ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (10/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Desember 2018 ditutup melemah 2,20% atau 2,45 poin di level US$108,80 per metrik ton.

Adapun pada perdagangan Selasa (9/10), harga batu bara kontrak Desember 2018 berakhir di zona merah dengan pelemahan 2,46% atau 2,80 poin di US$111,25 per metrik ton.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk Maret 2019 juga ditutup di zona merah dengan pelemahan 2,57% atau 2,55 poin di level US$96,80 per metrik ton pada Rabu.

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah anjlok ketika efek Badai Michael mengancam akan memangkas permintaan bahan bakar di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS) Tenggara.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November diperdagangkan di level US$72,63 per barel pada pukul 4.59 sore waktu setempat, setelah berakhir anjlok 2,4% di level US$73,17 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu (10/10), level penutupan terendah sejak 27 September.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Desember anjlok US$1,91 dan berakhir di level US$83,09 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$10,06 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Meskipun Michael adalah badai terkuat untuk membuat yang menghantam daratan AS dalam seperempat abad, lintasannya menghindarkan sebagian besar platform minyak offshore. Permintaan bahan bakar di bagian tenggara mungkin turun 1 juta barel per hari, menurut Mizuho Securities.

Sementara itu, American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 9,75 juta barel pekan lalu. Itu akan menjadi kenaikam terbesar sejak Februari 2017, jika data Energy Information Administration (EIA) mengonfirmasikan hal itu.

“Faktor terbesar saat ini adalah dampak Badai Michael terhadap permintaan,” kata Michael Hiley, kepala perdagangan energi di LPS Partners, seperti dilansir Bloomberg.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Desember 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

10 Oktober

108,80

(-2,20%)

9 Oktober

111,25

(-2,46%)

8 Oktober

114,05

(-0,65%)

5 Oktober

114,80

(-0,52%)

4 Oktober

115,40

(0%)

Sumber: Bloomberg

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top