IHSG Tertekan, Ini Komentar Bos BEI

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi meminta kepada pelaku pasar tidak panik dengan adanya penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sepanjang hari ini.
Tegar Arief | 11 Oktober 2018 14:05 WIB
Pengunjung berbincang di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi meminta kepada pelaku pasar tidak panik dengan adanya penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sepanjang hari ini.

Menurutnya, penurunan indeks ini disebabkan oleh tren negatif di pasar saham sejumlah negara, di antaranya adalah Dow Jones AS dan Hang Seng Hong Kong.  Alhasil, IHSG terkena dampak dari kondisi tersebut.

"Ini gejala eksternal di luar dan ini sifatnya hanya sementara. Jadi ini dampak dari luar saja," kata Inarno saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (11/10/2018).

Dia menambahkan, saat ini para pemangku kebijakan dan pemerhati pasar masih memandang pasar saham domestik cukup prospektif. Bahkan International Monetary Fund (IMF) masih cukup yakin dengan pereknomian Indonesia.

"Intinya fundamental kita masih cukup baik, dan IMF juga yakin dengan perekonomian kita," tegasnya.

IHSG bergerak di zona merah pada awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG merosot 1,82% atau 106,17 poin ke level 5.714,50 pada akhir sesi I, setelah dibuka melemah 1,49% atau 86,67 poin di posisi 5.734. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.669,72– 5.746,24. 

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top