Kinerja Kuartal III/2018: Agung Podomoro (APLN) Bukukan Marketing Sales 40% dari Target

Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk. telah membukukan niai pemasaran atau marketing sales sebesar Rp1,94 triliun hingga akhir kuartal III/2018, atau baru sekitar 40% dari target perseroan tahun ini Rp4,9 triliun.
Emanuel B. Caesario | 11 Oktober 2018 19:54 WIB
VP Marketing Development PT Agung Podomoro Land Tbk Rawisyah Aditya (kanan), dan General Manager Marketing Orchard Park Batam Tedi Guswana saat mengunjungi kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (18/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk. telah membukukan niai pemasaran atau marketing sales sebesar Rp1,94 triliun hingga akhir kuartal III/2018, atau baru sekitar 40% dari target perseroan tahun ini Rp4,9 triliun.

Cesar Dela Cruz, Direktur Keuangan Agung Podomoro Land, mengatakan bahwa kinerja pemasaran sepanjang tahun ini memang masih berat bagi emiten properti, termasuk perseroan.

Dengan target sebesar Rp4,9 triliun, artinya emiten dengan kode saham APLN ini harus mengejar nilai pemasaran hampir Rp3 triliun pada kuartal keempat ini.

Namun, Cesar mengatakan target Rp4,9 triliun termasuk turut memperhitungkan rencana penjualan lahan senilai Rp750 miliar, yang mana kemungkinan tidak jadi direalisasikan. Bila demikian, berarti perseroan akan mengejar target sekitar Rp4,2 triliun, atau tersisa sekitar Rp2,3 triliun lagi.

“Memang pasarnya masih lesu, masih soft. Mungkin sesudah Oktober saya baru bisa sampaikan berapa kira-kira kalau targetnya mau disesuaikan lagi,” katanya, Kamis (11/10/2018).

Cesar mengatakan, perseroan belum akan meluncurkan proyek baru di sisa tahun ini untuk mendukung pemasaran, sebab permintaan properti secara umum masih lemah. Namun, perseroan menyiapkan strategi pemasaran khusus untuk memberikan promosi bagi pelanggan perseroan.

Program ini merupakan bagian dari peringatan 49 tahun Agung Podomoro Land. Perseroan memberikan harga khusus kepada pelanggan untuk seluruh proyek perseroan dan memberikan kemudahan metode pembayaran.

“Tahun ini Agung Podomoro sudah 49 tahun, kami bikin program misalnya pembayarannya 49 kali angsuran untuk mengajak orang masuk,” katanya.

Wibisono, Head of Investor Relation Agung Podomoro Land, mengatakan bahwa bila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, kinerja marketing sales perseroan hingga September tahun ini mengalami penurunan.

Hingga September 2017, marketing sales perseroan mencapai Rp2,8 triliun. Akan tetapi, capaian tersebut termasuk penjualan lahan industri 216 hektare di Karawang senilai Rp1,4 triliun. Bila nilai penjualan khusus tersebut tidak ikut dihitung, maka capaian marketing sales per September 2017 adalah Rp1,4 triliun.

“Kalau tahun ini hingga kuartal ketiga mencapai Rp1,9 triliun, tetapi pure hanya jualan [hunian] tanpa ada jualan lahan industri. Jadi, kalau apple to apple sebenarnya naik,” katanya.

Adapun, hingga akhir semester pertama tahun ini, APLN sudah membukukan marketing sales Rp1,42 triliun. Dengan demikian, pada periode kuartal ketiga saja, capaian marketing sales hanya Rp520 miliar.

Hingga akhir tahun lalu, APLN berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp5,07 triliun. Target sebesar Rp4,9 triliun tahun ini relatif lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

Tag : agung podomoro, kinerja emiten, marketing sales
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top