KIWOOM SEKURITAS: Berpotensi Menguat, IHSG Bergerak di Kisaran 5.802-5.836

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi menguat dengan support dan resistance di level 5.802-5.836 pada perdagangan hari ini, Kamis (11/10/2018).
Emanuel B. Caesario | 11 Oktober 2018 09:26 WIB
Karyawan melakukan perawatan patung Banteng Wulung, di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi menguat dengan support dan resistance di level 5.802-5.836 pada perdagangan hari ini, Kamis (11/10/2018).
Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa penguatan akan ditopang oleh sejumlah sentimen yang berkembang di pasar global.
Di saat turunnya imbal hasil imbal hasil obligasi AS, Presiden Trump juga menyebutkan terlalu cepat  kebijakan yang diambil oleh The Fed dalam menaikan suku bunga acuannya. 
Menurunnya imbal hasil tersebut memberikan nafas bagi menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan begitu juga nilai tukar mata uang Asia lainnya. 
Selanjutnya, pasar menanti rilis data inflasi AS, yang tentunya akan menjadi petunjuk baru untuk obligasi AS. Hal ini tentunya akan mempengaruhi pasar di Asia. 
Fokus berikutnya adalah pernyataan dari salah satu Presiden The Fed Chicago Charles Evans yang menuturkan kemungkinan Bank Sentral Amerika akan berhenti menaikkan tingkat suku bunga apabila jika sudah mencapai 3%, dengan posisi netral untuk tingkat suku bunga sebesar 2,75%. 
Dengan catatan inflasi berada di 2%, sementara tingkat pengangguran berada di 3,7%, angka ini merupakan terendah dalam 49 tahun terakhir. 
"Kami menilai pandangan Evans ini lebih longgar dibandingkan opini sebagian besar pejabat The Fed yang menginginkan tingkat suku bunga The Fed berada di atas 3%," katanya dalam riset harian, Kamis (11/10/2018).
Dalam Pertemuan Tahunan IMF,  para pemimpin IMF, OECD, Bank Dunia, dan WTO memiliki pendapat yang sama untuk Gubernur The Fed untuk berhati hati terhadap kebijakan yang dibuat oleh The Fed karena memiliki implikasi terhadap negara berkembang. 
Kemarin, Rabu (10/10/2018) IHSG ditutup naik 23,87 poin (+0,41%) menjadi 5.820. Sementara itu, investor asing membukukan net sell di semua perdagangan sebesar Rp574,9 miliar. 
Penguatan sektor di pimpin sektor barang konsumsi (+1,19%) dan pertambangan (+0,95%). Sedangkan yang mengalami pelemahan di sektor aneka industri (-0,67%) dan industri dasar (-0,28%).
Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top