Mirae Asset Sekuritas: Penguatan SUN Berpotensi Berlanjut

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder hari ini, Kamis (11/10/2018) akan bervariasi dengan kecenderungan melanjutkan penguatan.
Emanuel B. Caesario | 11 Oktober 2018 09:21 WIB
SURAT UTANG NEGARA
Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder hari ini, Kamis (11/10/2018) akan bervariasi dengan kecenderungan melanjutkan penguatan.
Dhian Karyantono, analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa sentimen positif didorong oleh redanya sentimen negatif global. 
Meski demikian, investor perlu mewaspadai respons pasar terhadap ketidakpastian pemerintah terkait penyesuaian harga BBM bersubsidi khususnya dampaknya ke pergerakan rupiah terhadap dolar AS yang pada akhirnya berpengaruh pada harga SUN di pasar sekunder.
Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini [harga (yield)]:
FR0063 (15 Mei 2023):  90,15 (8,24%) -  90,55  (8,13%)
FR0064 (15 Mei 2028):  84,65 (8,50%) -  85,25  (8,39%)
FR0065 (15 Mei 2033):  83,00 (8,70%) -  83,80  (8,59%)
FR0075 (15 Mei 2038):  87,00 (8,91%) -  88,00  (8,80%).
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan masih bergerak pada kisaran Rp15.175 – Rp15.238 dengan kecenderungan menguat. 
 
Dhian mengatakan, menurunnya data tahunan (YoY) inflasi produsen AS (PPI) per September 2018, diperkirakan akan diikuti dengan penurunan dari sisi inflasi konsumen (CPI) AS pada bulan yang sama yang akan dirilis nanti malam. 
Dengan proyeksi turunnya inflasi konsumen AS tersebut, masih ada potensi yield US Treasury dan indeks dolar AS akan kembali menurun yang pada akhirnya memberikan katalis positif bagi harga SUN esok (Jumat).  
"Berdasarkan analisis tersebut, kami masih menyarankan investor untuk melakukan aksi hold hingga buy gradually untuk seri FR0063, FR0064, FR0065, FR0075, FR0077, dan FR0078," katanya dalam riset harian, Kamis (11/10/2018).
Adapun, harga SUN di pasar sekunder mengakhiri rentetan penurunannya kemarin. Harga SUN di pasar sekunder dibandingkan dengan hari sebelumnya secara umum mengalami kenaikan harga di mana rata-rata untuk SUN tenor pendek adalah sebesar 5 bps. 
Sementara itu, rata-rata kenaikan harga untuk kategori SUN tenor menengah dan panjang masing-masing sebesar 18,83 bps dan 30,10 bps. 
Kenaikan harga yang terjadi pada perdagangan terakhir juga sekaligus mengakhiri rentetan penurunan harga yang terjadi sejak awal pekan ini. 
Hal tersebut, pada akhirnya mendorong penurunan yield SUN di mana benchmark 10 tahun turun ke level 8,50% dari level sebelumnya di 8,55%. 
Sementara itu, nominal transaksi obligasi pemerintah  menurun seiring kenaikan signifikan pada hari selasa karena adanya lelang. 
Secara nominal, transaksi obligasi pemerintah didominasi oleh seri FR0075 sedangkan secara frekuensi didominasi oleh seri FR0077. 
Di pasar global, sentimen negatif global menurun. Pada perdagangan global semalam, sentimen negatif global cenderung menurun setelah yield US Treasury dan indeks dolar AS mengalami penurunan. 
Yield US Treasury 10 tahun tercatat turun ke level 3,16% dibandingkan level sebelumnya sebesar 3,21% sedangkan indeks dolar AS turun ke kisaran 95,37 poin dibandingkan level sebelumnya di kisaran 95,51 poin.   
Turunnya kedua indikator didorong oleh rilis data inflasi Produsen secara tahunan (YoY) AS yang mengalami penurunan ke level 2,6% (YoY) dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 2,8% (YoY). 
Selain itu, khusus untuk yield US Treasury juga secara tidak langsung didorong oleh turunnya harga minyak mentah dunia di mana untuk kategori WTI turun sebesar 2,39% ke level $73,17 per barel sementara untuk kategori Brent turun sebesar 2,25% ke level $83,09 per barel.  
Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top