Rekomendasi Obligasi: Fokus pada Tenor Pendek dan Menengah

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (11/10/2018) harga SUN akan bergerak bervariasi di tengah cukup bervariasinya sentiman dari pasar keuangan global.
Emanuel B. Caesario | 11 Oktober 2018 08:50 WIB
SURAT UTANG NEGARA
Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (11/10/2018) harga SUN akan bergerak bervariasi di tengah cukup bervariasinya sentiman dari pasar keuangan global.
I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah akan kembali mengalami penguatan di tengah pelemahan mata uang dolar Amerika terhadap mata uang utama dunia.
Penguatan nilai tukar rupiah tersebut akan menjadi katalis positif bagi pasar SUN. Selain itu, penurunan imbal hasil US Treasury juga akan menjadi katalis positif bagi pergerakan harga SUN pada perdagangan hari ini.
"Hanya saja, koreksi yang cukup besar pada pasar saham Amerika Serikat kami khawatirkan akan membatasi potensi kenaikan lanjutan harga Surat Utang Negara pada perdagangan hari ini," katanya dalam riset harian, Kamis (11/10/2018).
Made mengatakan, dengan kondisi pasar surat utang yang diperkirakan masih akan bergerak berfluktuasi, pihaknya masih menyarankan kepada investor untuk fokus pada Surat Berharga Negara dengan tenor pendek dan menengah yang masih menawarkan tingkat imbal hasil yang cukup menarik dengan tingkat risiko fluktuasi harga yang lebih rendah dibandingkan dengan tenor panjang.
Beberapa seri Surat Berharga Negara yang dapat menjadi pilihan di antaranya adalah ORI013, ORI014, SR008, SR009, FR0036, FR0053, FR0061, FR0043, FR0063, FR0070, FR0077, FR0059, dan FR0042.
Review Perdagangan Kemarin
Harga SUn pada perdagangan Rabu, 10 Oktober 2018 cenderung mengalami kenaikan di tengah meredanya tekanan terhadap nilai tukar Rupiah serta imbal hasil surat utang global yang cenderung mengalami penurunan. 
Perubahan harga SUN yang cenderung mengalami kenaikan berkisar antara 5 hingga 75 bps tersebut mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil hingga sebesar 8 bps di mana penurunan imbal hasil yang cukup besar didapati pada SUN bertenor pendek. 
Imbal hasil dari SUN bertenor pendk tersebut mengalami penurunan yang berkisar antara 1 - 8 bps dengan didorong oleh adanya kenaikan harga hingga sebesar 10 bps. 
Adapun imbal hasil SUN dengan tenor menengah mengalami perubahan yang bervariasi berkisar antara 2 bps hingga 4 bps dengan adanya perubahan harga yang mencapai 15 bps. 
Sementara itu, untuk SUN dengan tenor panjang juga terlihat mengalami perubahan yang bervariasi berkisar antara 1 - 8 bps yang didorong oleh adanya perubahan harga yang mencapai 75 bps.
Harga SUN yang cenderung mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin didukung oleh meredanya tekanan terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika, di mana pada perdagangan kemarin ditutup dengan mengalami penguatan. 
Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top