PREDIKSI IHSG KAMIS (11/10/2018): Menguat Terbatas, Indeks Akan Bergerak di Level 5.688—5.872

Penguatan IHSG berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (10/10). Kemarin, IHSG ditutup menguat 0,41% atau 23,88 poin di level 5.820,67, setelah berakhir menguat 0,62% atau 35,72 poin di posisi 5.796,79 pada perdagangan Selasa (9/10)
Dara Aziliya | 11 Oktober 2018 00:46 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Penguatan IHSG berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (10/10). Kemarin, IHSG ditutup menguat 0,41% atau 23,88 poin di level 5.820,67, setelah berakhir menguat 0,62% atau 35,72 poin di posisi 5.796,79 pada perdagangan Selasa (9/10)

Indeks mulai melanjutkan penguatan setelah dibuka naik 0,32% atau 18,50 poin di level 5.815,29 Rabu pagi. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada level 5.798,74-5.832,93.

Sektor konsumer yang naik 1,19% dan tambang yang meningkat 0,95% memimpin penguatan di antara tujuh sektor yang menopang penguatan IHSG di akhir perdagangan. Adapun sektor aneka industri dan industri dasar masing-masing turun 0,67% dan 0,28%. Dari 607 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 218 saham menguat, 172 saham melemah, dan 217 saham stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang naik 1,30% menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG, diikuti saham BMRI sebesar 1,97%, UNVR meningkat 1,13%, dan PGAS menguat 6,13%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 memperpanjang penguatannya pada hari ketiga dan ditutup naik 0,13% atau 0,63 poin di level 506,11.

Turut menopang indeks, nilai tukar rupiah berhasil rebound dan berakhir menguat 38 poin atau 0,25% di level Rp15.200 per dolar AS, setelah dibuka terapresiasi 25 poin atau 0,16% di level Rp15.213.

Head of Research Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyampaikan bahwa pada perdagangan kemarin, pasar dipengaruhi kebijakan pemerintah terkait dengan BBM di tengah tren pengiatan suku bunga, serta sebagai upaya menekan laju impor.

Pada perdagangan hari ini, investpr menanti data kinerja perbankan China, pertemuan Bank Sentral Uni Eropa untuk membahas kebijakan moneter, serta inflasi dan tingkat pengangguran di Amerika Serikat.

“Secara teknikal IHSG menguji level resistance MA20 dilevel 5.860-an yang kemudian menjadi konfirmasi penguatan lanjutan hingga MA50 dilevel 5.910-an. Indikator Stochastic terkonfirmasi golden-cross pada area oversold dengan periode yang lebih cepat dan Indikator RSI yang masih memiliki momentum cukup lambat pada middle area,” jelas Lanjar.

Pada hari ini, IHSG diprediksi menguat terbatas dengan rentang pergerakan 5.773—5.860. beberapa saham yang dapat dicermati yaitu AKRA, BBNI, BMRI, INDF, JSMR, KLBF, BRPT, MAIN, PTRO, dan ACES.

Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan IHSG masih berjuang menggeser rentang konsolidasi ke level yang lebih tinggi.

“Potensi penguatan masih terlihat cukup besar mengingat dalam jangka panjang pergerakan IHSG masih menunjukkan dalam pola uptrend, hari ini IHSG berpotensi mengalami penguatan,” ungkap William.

Dia menyebut IHSG akan bergerak pada rentang 5.688—5.872 dengan beberapa saham yang dapat diperhatikan yaitu SMRA, CTRA, SRIL, WSBP, ICBP, INDF, GGRM, KLBF, dan SCMA.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top