Badai Michael Tutup Produksi, Harga Minyak Naik

Harga minyak mentah naik pada perdagangan Selasa (9/10/2018), ketika Badai Michael mengakibatkan ditutupnya lebih banyak platform minyak offshore.
Renat Sofie Andriani | 10 Oktober 2018 06:40 WIB
Minyak West Texas Intermediate - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah naik pada perdagangan Selasa (9/10/2018), ketika Badai Michael mengakibatkan ditutupnya lebih banyak platform minyak offshore.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November ditutup naik 67 sen di level US$74,96 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Desember menanjak US$1,09 dan berakhir di level US$85 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$10,19 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, saat Badai Michael meluncur menuju Florida, sekitar 40% produksi minyak di Teluk Meksiko AS ditutup.

Sementara itu, International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa pasar global memasuki 'zona merah'. Secara global, pasokan dari Iran dan Venezuela telah menyusut, sehingga menciptakan "situasi berisiko" bagi ekonomi dunia, menurut Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol.

Birol membuat permohonan langsung kepada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen besar lainnya untuk meningkatkan output. Dia menyambut upaya Arab Saudi untuk meningkatkan produksi tetapi mengatakan pasokan mungkin akan tetap ketat.

Pada saat yang sama, minyak mentah cadangan di tangki Amerika mungkin meningkat untuk pekan ketiga berturut-turut, berdasarkan survei Bloomberg.

“Pasar berjuang dengan ekspektasi pengurangan ekspor Iran dikombinasikan dengan bukti fisik di AS bahwa persediaan meningkat,” ujar Kyle Cooper, seorang konsultan di Ion Energy Group LLC.

Tag : Harga Minyak
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top