Batu Bara ABM Investama (ABMM) Sudah Dikontrak Pembeli 100%

Emiten pertambangan batu bara terintegrasi PT ABM Investama Tbk. (ABMM) mengklaim rencana produksi batu bara pada 2018 sebesar 10 juta ton sudah dikontrak pembeli.
Hafiyyan | 10 Oktober 2018 21:37 WIB
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pertambangan batu bara terintegrasi PT ABM Investama Tbk. (ABMM) mengklaim rencana produksi batu bara pada 2018 sebesar 10 juta ton sudah dikontrak pembeli.

“Sampai dengan akhir tahun, dari rencana produksi sudah habis dengan pelanggan lama kami,” tutur Direktur dan CFO ABM Investama Adrian Sjamsul saat dihubungi, Rabu (10/10/2018).

Melalui entitasnya, ABMM sudah memproduksi batu bara sejumlah 7,1 juta ton per September 2018. Perinciannya, PT Tunas Inti Abadi (TIA) sejumlah 3,4 juta ton dan PT Mifa Bersaudara sebesar 3,7 juta ton. 

TIA mengoperasikan tambang di Kalimantan Selatan, sedangkan Mifa mengelola tambang di Aceh. Sampai dengan akhir 2018, kedua tambang itu diharapkan mencapai target produksi 10 juta ton.

Tahun lalu, perseroan merealisasikan produksi batu bara sebesar 7,94 juta ton dari kedua tambang. Kontribusi masing-masing tambang cenderung serupa.

Seluruh produk batu bara Mifa di Aceh dilepas ke pasar ekspor seperti China, India, dan Thailand. Dari sisi geografis, lokasi tambang itu diuntungkan karena dekat dengan negara-negara tersebut.

Karena permintaan ekspor terus bertumbuh, perusahaan berupaya memacu produksi tambang Aceh menjadi 8 juta—10 juta ton 2019. Selain pasar eksisting, ABMM juga membuka market baru seperti Vietnam. Adapun, di Kalsel jumlah produksi pada 2019 diperkirakan sama seperti tahun ini.

Adrian menambahkan, salah satu tantangan industri batu bara kuartal III/2018 ialah harga yang agak turun dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, perusahaan dapat meredam fluktuasi dengan mengontrol operasional.

“Harga komoditas ini memang berfluktuasi, jadi kami fokus mengontrol ongkosnya,” imbuhnya.

ABMM memiliki 7 entitas anak di bidang kontraktor tambang, pertambangan dan perdagangan, kelistrikan, logistik, jasa rekayasa dan pabrikasi, serta perdagangan BBM. Dengan integrasi anak usaha, perusahaan dapat melakukan efisiensi, sekaligus memberikan keuntungan bagi anak-anak usaha yang terlibat dalam operasional.

Tag : abm investama, kinerja emiten
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top