Jasa Marga (JSMR) Siap Rilis Dinfra hingga Rp1,5 Triliun

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui Jasamarga Pandaan Tol akan menerbitkan instrumen investasi berupa Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) dengan total nilai Rp1,5 triliun.
Tegar Arief & M. Nurhadi Pratomo | 10 Oktober 2018 00:57 WIB
Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) Seksi 1 Simpang Susun (SS) Tanjung Morawa-SS Parbarakan. - Istimewa/PT Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui Jasamarga Pandaan Tol akan menerbitkan instrumen investasi berupa Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) dengan total nilai Rp1,5 triliun.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi mengatakan bahwa Dinfra yang ditawarkan Jasa Marga akan menjadi Dinfra BUMN pertama di Indonesia. Adapun, emiten dengan kode saham JSMR itu telah mendapatkan izin penerbitan efektif dari OJK pada 8 Oktober 2018.

Fakhri mengatakan, JSMR akan menerbitkan Dinfra dengan total nilai Rp1,5 triliun yang akan ditawarkan secara bertahap. Untuk tahap awal, perseroan akan merilis Rp300 miliar. "Nanti itu akan diterbitkan secara bertahap. Untuk tahap awal size nya Rp300 miliar," katanya kepada Bisnis, Selasa (9/10).

Di sela-sela acara Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, Selasa (9/10), Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menjelaskan bahwa Dinfra mirip dengan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Akan tetapi, instrumen tersebut memiliki fitur ekuitas dan utang.

Desi mengatakan, penerbitan Dinfra perdana akan dilakukan pada ruas tol Gempol—Pandaan. Akan tetapi, pihaknya belum membeberkan berapa dana segar yang dibidik.

Masih dalam rangkaian acara IMF-World Bank, Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir mengatakan bahwa Jasa Marga mengincar dana senilai US$100 juta atau sekitar Rp1 triliun dari penerbitan Dinfra ini.

Silvano menjelaskan bahwa Dinfra akan sangat bermanfaat bagi Jasa Marga. Pasalnya, instrumen tersebut memiliki dua aset dalam produk yang sama. “Jadi ada aset yang sebagai ekuitas, kedua utang yang dapat digunakan sebagai recycle bank loan atau refinancing,” imbuhnya.

Adapun, skema pembiayaan infrastruktur melalui skema ini akan ditawarkan kepada investor lokal dan asing. Jika penawaran Dinfra Jasa Marga ini sukses, Mandiri Sekuritas akan mereplikasi skema pembiayaan ini untuk BUMN dan proyek-proyek infrastruktur lainnya.

Dinfra merupakan instrumen investasi baru di Tanah Air. Selain PT Jasamarga Pandaan Tol, perusahaan yang telah menerbitkan Dinfra sebelumnya adalah PT Bowsprit Asset Management dengan tiga produk.

Pertama, Dinfra Pengembangan Kota Mandiri yang menyediakan pendanaan senilai Rp750 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur yang berlokasi di kawasan Jawa Barat.

Kedua, Dinfra Bowsprit Aoyama Commercial Fund, yang menyediakan pendanaan senilai Rp330 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur yang berlokasi di dua kawasan, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur.

Ketiga adalah Dinfra Bowsprit Infrastruktur Terpadu 1 yang menyediakan pembiayaan senilai Rp280 miliar. Pendanaan ini ditujukan untuk proyek-proyek infrastruktur yang berlokasi di kawasan Jawa Barat.

Head of Investment PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai, masuknya perusahaan pelat merah ke dalam investasi alternatif baru ini akan meningkatkan kepercayaan perusahaan dan investor terhadap Dinfra.

"Dinfra tergolong produk baru, dan memang BUMN harus terlibat untuk memancing swasta. Investor juga bisa terpancing karena ada keberanian untuk masuk karena penerbitnya BUMN," kata dia.

Keputusan Jasa Marga untuk menerbitkan Dinfra menurutnya sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong perusahaan menghimpun dana di pasar modal. Apalagi, otoritas telah menyediakan berbagai instrumen untuk menjadi pilihan.

Menurut Wawan, Dinfra lebuh menguntungkan bagi perusahaan untuk mencari pendanaan. Instrumen investasi ini lebih simpel dan fleksibel dibandingkan penerbitan surat utang alias obligasi.

Tag : jasa marga, kinerja emiten
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top