Harga SUN Berpeluang Naik Terdongkrak Hasil Lelang dan Penurunan Yield US Treasury

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Rabu (10/10/2018) harga Surat Utang Negara berpeluang untuk mengalami kenaikan didukung oleh hasil positif dari pelaksaanaan lelang dan mulai turunnya imbal hasil dari US Treasury dari posisi tertingginya dalam 7 tahun terakhir. 
Emanuel B. Caesario | 10 Oktober 2018 08:57 WIB
Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Rabu (10/10/2018) harga Surat Utang Negara berpeluang untuk mengalami kenaikan didukung oleh hasil positif dari pelaksaanaan lelang dan mulai turunnya imbal hasil dari US Treasury dari posisi tertingginya dalam 7 tahun terakhir. 
I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan bahwa kenaikan harga juga berpeluang terjadi apabila pada saat yang sama nilai tukar rupiah mampu mengalami penguatan terhadap dolar Amerika. 
Hanya saja, pelaku pasar perlu mewaspadai berlanjutnya penurunan harga di pasar sekunder yang didukung oleh indikator teknikal yang masih menunjukkan tren penurunan harga SUN.
Dengan pertimbangan beberapa faktor di atas, Made sarankan kepada investor untuk tetap mencermati pergerakan harga SUN di pasar sekunder. 
"Pilihan kami masih pada SUN dengan tenor pendek hingga menengah yang memberikan tingkat imbal hasil yang menarik dengan tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan tenor panjang apabila pasar surat utang kembali mengalami koreksi," katanya dalam riset harian, Rabu (10/10/2018). 
Beberapa pilihan Surat Berharga Negara tersebut di antaranya adalah ORI013, ORI014, SR008, SR009, FR0036, FR0053, FR0061, FR0043, FR0063, FR0046, FR0070, FR0077 dan FR0059. 
Review Perdagangan Kemarin
Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan Selasa, (9/10) kembali mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan imbal hasil surat utang global. 
Kenaikan imbal hasil berkisar antara 1 - 11 bps dengan rata - rata mengalami kenaikan sebesar 5 bps di mana kenaikan imbal hasil terjadi pada hampir keseluruhan seri SUN. 
Imbal hasil SUN dengan tenor pendek mengalami perubahan yang berkisar antara 1 - 4 bps dengan adanya perubahan harga hingga sebesar 10 bps. 
Sementara itu, pada tenor menengah, imbal hasilnya mengalami kenaikan hingga sebesar 8 bps setelah mengalami penurunan harga yang berkisar antara 15 bps hingga 50 bps. 
Adapun untuk tenor panjang, kenaikan imbal hasil yang terjadi hingga mencapai 11 bps dengan adanya koreksi harga yang mencapai 85 bps.
Pergerakan imbal hasil SUN yang bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin terjadi seiring dengan kenaikan imbal hasil surat utang global dan juga berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. 
Imbal hasil surat utang global pada perdagangan kemarin bergerak dengan mengalami kenaikan didukung oleh kenaikan imbal hasil US Treasury setelah kembali diperdagangkan dimana pada hari Senin pasar surat utang Amerika Serikat tutup dalam rangka perayaan Columbus Day. 
Kenaikan imbal hasil US Treasury tersebut sebagai respon atas data sektor tenaga kerja Amerika Serikat yang terus menunjukkan perbaikan dan dikhawatirkan akan mendorong kenaikan laju inflasi di Amerika. 
Adapun dari pelaksanaan lelang penjualan Surat Utang Negara, pemerintah meraup dana senilai Rp20,0 triliun dari total penawaran yang masuk senilai Rp41,35 triliun. 
Jumlah penawaran tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan pelaksanaan lelang sebelumnya yang sebesar Rp51,53 triliun. 
Tingginya jumlah penawaran yang masuk pada lelang kemarin menjadi katalis positif bagi perdagangan Surat Utang Negara di pasar sekunder, sehingga mampu menahan terjadinya koreksi harga yang lebih besar. 
Secara keseluruhan, koreksi harga Surat Utang Negara yang terjadi pada perdagangan kemarin berdampak terhadap kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan, di mana untuk tenor 5 tahun mengalami kenaikan sebesar 4 bps di level 8,280% dan untuk tenor 10 tahun mengalami kenaikan sebesar 11 bps di level 8,546%. 
Adapun seri acuan tenor 15 tahun mengalami kenaikan imbal hasil sebesar 8 bps di level 8,709% dan untuk tenor 20 tahun mengalami kenaikan sebesar 7 bps di level 8,952%.
Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top