Saham Teknologi Melorot, Nasdaq Tertekan di Hari Ketiga

Indeks Nasdaq di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) melemah pada hari ketiga berturut-turut setelah aksi jual dalam pasar saham China memicu kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi global.
Renat Sofie Andriani | 09 Oktober 2018 06:14 WIB
Bursa Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Nasdaq di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) melemah pada hari ketiga berturut-turut setelah aksi jual dalam pasar saham China memicu kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Indeks Nasdaq Composite berakhir melemah 0,67% atau 52,50 poin di level 7.735,95, sedangkan indeks S&P 500 turun tipis 0,04% atau 1,14 poin di 2.884,43. Namun indeks Dow Jones Industrial Average mampu ditutup naik 0,15% atau 39,73 poin di level 26.486,78.

Pada Minggu (7/10), pemerintah China mengumumkan pemangkasan jumlah uang yang harus dicadangkan bank demi menurunkan biaya pembiayaan dan memacu pertumbuhan di tengah perselisihan perdagangannya dengan AS.

Meski demikian, pada sesi perdagangan Senin (8/10), yang merupakan sesi perdagangan pertama bagi investor China sejak tarif baru antara AS dan China mulai berlaku, baik bursa saham China dan mata uang yuan merosot.

Kemungkinan tergerusnya pertumbuhan global, yang didorong oleh perlambatan China, memicu penurunan sektor teknologi sebesar 1,2%.

Di antara penekan terbesar pada Nasdaq dan S&P 500 adalah saham Microsoft Corp. dan Adobe Systems Inc. yang masing-masing turun 1,1% dan 3,2%.

Sebaliknya, sektor-sektor defensif, termasuk utilitas, bahan konsumen, dan real estat, memimpin sektor utama pada S&P dalam hal kenaikan persentase.

Growth stocks sangat sensitif terhadap ekspektasi pertumbuhan global,” ujar Chad Morganlander, senior portfolio manager di Washington Crossing Advisors, New Jersey, seperti dikutip Reuters.

Saham induk Google, Alphabet Inc., tertekan setelah Google mengumumkan bahwa data dari hingga 500.000 pengguna jejaring sosialnya Google+ mungkin telah terekspos pengembang eksternal.

Perusahaan itu mengatakan akan menutup versi konsumen Google+. Saham Alphabet pun berakhir 1% lebih rendah.

Di sisi lain, saham General Electric Co. naik untuk hari keenam berturut-turut setelah perusahaan mengatakan berencana untuk menjual US$1 miliar dalam investasi energi untuk Apollo Global Management LLC. Saham GE mengakhiri sesi dengan kenaikan 3,3%.

Tag : wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top