Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Akan Cenderung Melemah

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder hari ini, Senin (8/10/2018) bervariasi dengan kecenderungan melemah.
Emanuel B. Caesario | 08 Oktober 2018 09:31 WIB
Obligasi
Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder hari ini, Senin (8/10/2018) bervariasi dengan kecenderungan melemah.
Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa sentimen negatif didorong oleh terus meningkatnya yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun pasca turunnya pengangguran AS dan proyeksi melemahnya rupiah pada perdagangan hari ini pasca turunnya cadangan devisa Indonesia.
Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini (harga [yield]):
FR0063 (15 Mei 2023):  90,00 (8,28%) -  90,45  (8,15%)
FR0064 (15 Mei 2028):   85,10 (8,42%) -  85.65  (8,32%)
FR0065 (15 Mei 2033):  83,40 (8,65%) -  84,20  (8,54%)
FR0075 (15 Mei 2038):  87,00 (8,91%) -  88,00  (8,80%).
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan kembali melemah pada kisaran Rp15.175 – Rp15.238.
"Kami merekomendasikan beli seri-seri FR0063, FR0064, FR0068, FR0072, dan FR0062," katanya dalam riset harian, Senin (8/10/2018).
Dhian mengatakan, bauran sentimen positif dan negatif, mendorong pergerakan harga SUN di pasar sekunder pada perdagangan terakhir ditutup bervariasi. 
Harga SUN untuk kategori tenor pendek, secara umum mengalami penurunan dibandingkan dengan hari sebelumnya, sedangkan untuk kategori tenor menengah dan panjang cenderung meningkat. 
Dengan demikian, yield SUN bergerak bervariasi di mana SUN acuan 10 tahun turun ke level 8,32% dibandingkan dengan hari sebelumnya di level 8,38%. 
Bervariasinya pergerakan harga atau yield SUN pada perdagangan terakhir, didorong oleh bauran sentimen positif dan negatif di mana sentimen positif bagi pergerakan SUN berasal dari turunnya harga minyak mentah dunia yang pada akhirnya menurunkan volatilitas rupiah. 
Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top