Kiwoom Sekuritas: Pasar Obligasi Berpotensi Melemah

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Senin (8/10/2018), pasar obligasi akan dibuka melemah dengan potensi melemah yang didukung oleh pelemahan rupiah. 
Emanuel B. Caesario | 08 Oktober 2018 08:27 WIB
SURAT UTANG NEGARA
Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Senin (8/10/2018), pasar obligasi akan dibuka melemah dengan potensi melemah yang didukung oleh pelemahan rupiah. 
Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa kenaikkan imbal hasil US Treasury menjadi 3,18% akan mendorong imbal hasil obligasi dalam negeri turut menyesuaikan. 
Capital ouflow masih terus terjadi, yang semakin memberikan tekanan terhadap rupiah dan imbal hasil dalam negeri. 
Namun demikian, katanya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena pemerintah bersama Bank Indonesia terus hadir di pasar, meskipun masih harus terus dipikirkan strategi strategi jangka pendek yang dapat diterapkan sehingga memberikan hasil kepada rupiah dalam waktu cepat. 
Fokus berikutnya adalah lelang pemerintah yang akan diadakan pada Selasa esok yang berpotensi untuk mendapatkan penawaran yang cukup tinggi, apalagi ada 2 seri baru yang akan menjadi obligasi acuan pada tahun depan, 5 tahun dan 10 tahun. 
"Kami masih merekomendasikan jual hari ini," kata Nico dalam riset harian, Senin (8/10/2018).
Adapun, pada perdagangan Jumat pekan lalu, total volume transaksi melemah, tetapi total frekuensi meningkat dibandingkan hari sebelumnya di tengah tidak keberdayaan rupiah kemarin. 
Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 1 – 3 tahun, diikuti dengan < 1 tahun dan 7 – 10 tahun. Sisanya merata disemua tenor hingga 20 tahun. 
Menurut Nico, yang menarik di tengah pelemahan harga obligasi ini, aksi jual terlihat di obligasi jangka panjang > 25 tahun. 
"Pasar obligasi kemarin kembali mengalami pelemahan yang cukup dalam, sehingga perubahan trend dari pelemahan menjadi menguat, tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat," katanya.
Dari pasar global, imbal hasil obligasi zona Amerika ditutup bervariasi, didominasi oleh kenaikkan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Mexico (7,99%, +6,7). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Brazil (11,18%, -11).
Imbal hasil wilayah zona Eropa ditutup bervariasi, didominasi oleh kenaikkan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Yunani (4,43%, +8,8). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Cypurs (2,23%, -1,2). 
Imbal hasil Asia Pasifik di tutup mengalami kenaikkan imbal hasil disemua Negara. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Philipina (7,13%, +17,5). 
Imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup melemah di 8,45% dibandingkan hari sebelumnya di 8,26%. 
Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top