Penguatan Dolar AS & Minyak Brent Tekan Saham TPIA

Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk ditutup melemah 10 poin di level 4.520 pada akhir perdagangan sesi I seiring dengan penguatan mata uang greenback yang membayangi kinerja perusahaan akibat ketergantungan pada bahan baku impor.
Anida ul Masruroh | 05 Oktober 2018 14:50 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan dan perekaman data di pabrik butadiene di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), di Cilegon, Banten, Kamis (19/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk ditutup melemah 10 poin di level 4.520 pada akhir perdagangan sesi I seiring dengan penguatan mata uang greenback yang membayangi kinerja perusahaan akibat ketergantungan pada bahan baku impor.

Kinerja fundamental emiten berticker TPIA pada semester I/2018 mengalami koreksi pada laba berjalan 34% (yoy) menjadi US$116 juta. Sementara itu, penjualan masih tercatat tumbuh positif sebesar 8% (yoy) menjadi US$1,29 miliar. Adapun faktor yang menekan kinerja bottom line perusahaan dari semakin membengkaknya biaya produksi.

Hingga kini perusahaan masih harus melakukan impor bahan baku meliputi propylene, ethylene, dan naptha petrochemical. Hal ini disebabkan pasokan dalam negeri yang masih belum mampu menopang kebutuhan kapasitas produksi perusahaan. Sementara itu, bahan baku ini harganya mengacu pada harga pertrokimia dunia yang sangat berfluktuasi dan dipengaruhi oleh minyak mentah Brent yang menyentuh US$84 per barel.

Saat ini, valuasi saham TPIA mencapai fair value (nilai wajar) dengan forward PE ratio sebesar 21,3 kali (sama dengan rata-rata historis 1 tahun). Namun, saham TPIA ini masih terbilang relatif lebih mahal apabila dibandingkan dengan indeks sektor industri dasar dan kimia yang memiliki forward PE ratio 17,66 kali.

Secara teknikal analisis, saham TPIA yang bergerak menutup gap melanjutkan pelemahan. Indikator stochastic oscillator mengindikasikan saham TPIA tengah berada pada area oversold (jenuh jual) dan relative strength index berada pada area netral. Diperkirakan saham TPIA melemah hingga level 4.430 dengan fibo retracement sebagai support terdekat. Diperkirakan saham TPIA akan bergerak dalam rentang 4.420-4.570 pada perdagangan hari ini.

Sumber: Bloomberg

*) Anida ul Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top