Dolar AS Perkasa Pascarilis Data Ekonomi, Rupiah Makin Tertekan ke 15.179

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,69% atau 104 poin ke level Rp15.179 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp15.120-Rp15.192.
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 Oktober 2018 17:22 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — NIlai tukar rupiah terus tertekan pada perdagangan hari ini, Kamis (4/10/2018), karena indeks dolar menguat setelah data ekonomi AS meningkat melebihi ekspektasi.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,69% atau 104 poin ke level Rp15.179 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp15.120-Rp15.192.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka dengan pelemahan 45 poin atau 0,30% di level Rp15.120 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Rabu (3/10/2018), rupiah berakhir melemah 32 poin atau 0,21% di posisi Rp15.075 per dolar AS.

Kepala Bidang Riset dan Analis PT Monex Investindio Futures Ariston Tjendra mengungkapkan bahwa data-data ekonomi AS yang muncul cukup bagus telah berhasil menambah pelemahan rupiah.

“Data tenaga kerja AS yang disurvei oleh lembaga swasta dan data ISM non-manufaktur AS dirilis di atas perkiraan pasar pada Rabu malam, ditambah lagi data non-farm payroll [NFP] AS diekspektasi bakal melebihi perkiraan juga. Jadi pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih terbuka,” ungkapnya dihubungi Bisnis, Kamis (4/10/2018).

Ariston mengatakan untuk saat ini yang bisa dilakukan pemerintah hanya menurunkan defisit transaksi berjalan atau CAD misalnya dengan semakin meningkatkan ekspor dan menurunkan impor. Dia memproyeksikan rupiah akan bergerak pada kisaran antara Rp14.980 – Rp15.240 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,13% atau 0,122 poin ke level 95,884 pada pukul 16.55 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,3 poin atau 0,31% di level 96,062, setelah pada perdagangan Rabu (3/10) berakhir menguat 0,27% atau 0,255 poin di posisi 95,762, kenaikan enam hari beruntun.

Dolar AS menguat setelah imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun tetap berada di kisaran level tertingginya sejak 2011 setelah melonjak 12 bps pada Rabu (3/10), didorong laporan kenaikan dalam data Ketenagakerjaan Nasional ADP dan Institute for Supply Management (ISM).

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan peningkatan lapangan kerja swasta sebanyak 230.000 pekerjaan pada bulan September, kenaikan terbesar sejak Februari.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top