Jakarta Islamic Index Merosot 2,12% di Akhir Sesi I

JII merosot 2,12% atau 13,81 poin ke level 636,48 pada jeda siang, setelah berakhir melemah 0,53% atau 3,46 poin di level 650,29 pada perdagangan Rabu (3/10).
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 Oktober 2018 13:57 WIB
Jakarta Islamic Index. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah lebih dari 2% pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (4/10/2018).

JII merosot 2,12% atau 13,81 poin ke level 636,48 pada jeda siang,  setelah dibuka turun 0,52% atau 3,37 poin di posisi 646,91. Sepanjang perdagangan sesi I hari ini, JII bergerak pada level 635,53-646,95.

Sebanyak 4 saham menguat dan 26 saham melemah dari 30 saham syariah yang diperdagangkan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang turun 3,46% menjadi penekan utama terhadap pelemahan JII di sesi I, diikuti saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang turun 2,08%.

Adapun pada perdagangan Rabu (03/10), JII berakhir melemah 0,53% atau 3,46 poin di level 650,29.

Sejalan dengan JII, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,70% atau 99,66 poin ke level 5.768,07 pada akhir sesi I, setelah dibuka turun 0,34% atau 20,14 poin di posisi 5.847,60.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.767,01 – 5.847,60.

Sebanyak 83 saham menguat, 282 saham melemah, dan 239 saham stagnan dari 604 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG pada akhir sesi I.

Seluruh sektor pada IHSG tertekan di zona merah, dipimpin industri dasar yang anjlok 3,09%. Pelemahan sektor industri dasar diikuti finansial dan aneka industri yang masing-masing melemah 2,14% dan 1,68%.

Adapun pada perdagangan Rabu (3/10), IHSG ditutup melemah 0,13% di level 5.867,74.

Saham-saham syariah yang melemah pagi ini:

UNVR

-3,46%

ASII

-2,08%

TLKM

-1,67%

KLBF

-5,07%

Saham-saham syariah yang menguat pagi ini:

ICBP

+0,85%

PGAS

+0,87%

INCO

+1,18%

PTBA

+0,64%

Sumber: Bloomberg

Tag : indeks syariah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top