MNC Sekuritas: SUN Diterpa Beragam Sentimen

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Rabu (3/10/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN akan bergerak dengan arah perubahan yang bervariasi di tengah beragamnya sentimen yang ada di pasar surat utang.
Emanuel B. Caesario | 03 Oktober 2018 10:00 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Rabu (3/10/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN akan bergerak dengan arah perubahan yang bervariasi di tengah beragamnya sentimen yang ada di pasar surat utang.

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan bahwa harga Surat Utang Negara akan berpeluang mengalami kenaikan seiring dengan adanya penurunan imbal hasil surat utang global.

Hanya saja kenaikan harga tersebut akan dibatasi oleh faktor pergerakan nilai tukar rupiah yang masih berpotensi untuk mengalami pelemahan di tengah penguatan mata uang dolar Amerika dan kenaikan harga minyak dunia.

"Kami masih merekomendasikan strategi trading jangka pendek di tengah kondisi pasar surat utang yang masih bergerak berfluktuasi," katanya dalam riset harian, Rabu (3/10/2018).

Made mengatakan, dengan harga Surat Utang Negara yang masih berada pada posisi lebih tinggi dibandingkan dengan posisi perdagangan sepekan sebelumnya, investor masih berpotensi mendapatkan keuntungan dari selisih harga belinya pada pekan lalu.

"Dengan demikian kami menyarankan kepada investor untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) memanfaatkan momentum kenaikan harga Surat Utang Negara," katanya.

Beberapa seri Surat Berharga Negara yang dapat dijadikan pilihan diantaranya adalah sebagai berikut : FR0031, FR0053, FR0061, FR0043, FR0063, FR0046, FR0070, FR0077, FR0058, FR0045 dan FR0067.

Melemahnya nilai tukar rupiah hingga mencapai level terendahnya dalam 20 tahun terakhir mendorong investor melakukan penjualan Surat Utang Negara di pasar sekunder yang berdampak terhadap kenaikan imbal hasilnya.

Secara keseluruhan, kenaikan imbal hasil yang terjadi pada perdagangan kemarin juga didapati pada Surat Utang Negara seri acuan, di mana untuk acuan dengan tenor 5 tahun dan 10 tahun masing - masing mengalami kenaikan 14 bps di level 7,916% dan 8,100%.

Sementara itu imbal hasil US Treasury pada perdagangan kemarin juga ditutup dengan mengalami penurunan, masing - masing di level 3,063% untuk tenor 10 tahun dan di level 3,217% merespon pidato dari Gubernur Bank Sentral Amerika yang menyatakan bahwa Bank Sentral Amerika masih konsisten dengan kebijakan moneternya serta siap untuk melakukan kebijakan bersama dengan pihak terkait lainnya apabila adanya perubahan ekspketasi yang cukup signifikan terhadap indikator ekonomi Amerika.

Secara teknikal, penurunan harga Surat Utang Negara yang terjadi pada perdagangan kemarin belum meruah tren pergerakan harga dalam jangka pendek, di mana harga Surat Utang Negara masih berada pada tren kenaikan harga.

Hanya saja, apabila terjadi koreksi harga yang berlanjut dalam beberapa hari ke depan, potensi perubahan tren pergerakan harga akan kembali terbuka.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top