Reliance Sekuritas: Pergerakan IHSG Masih dalam Tekanan

Reliance Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih cenderung tertekan menutup gap dengan support resistance 5.820-5.920.
Mia Chitra Dinisari | 03 Oktober 2018 06:53 WIB
Karyawan melakukan perawatan patung Banteng Wulung, di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Reliance Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih cenderung tertekan menutup gap dengan support resistance 5.820-5.920.

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA, JPFA, PTBA, INKP, PTPP, TRAM.

Kepala Riset Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG mengkonfirmasi pola bearish harami dengan pulled back bearish trend line dengan break out MA50 dan menguji MA20.

Indikator stochastic terkonsolidasi negatif dengan bearish momentum RSI yang cenderung menekan terus kearea oversold. 

Dalam perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 1,16% atau 68,98 poin ke level 5.875,62 dengan sektor Industri Dasar (-2.98%) memimpin pelemahan seiring produsen semen terkoreksi cukup signifikan dimana SMGR (-5.99%) dan INTP (-4.54%) melemah.

Pelemahan Rupiah terhadap USD menjadi faktor utama dimana Rupiah melemah hingga mencapai 15.000 pertama 20 tahun terakhir akibat sentimen dari penguatan harga minyak dan stabilisasi aset negara berkembang.

Selain itu kenaikan fed rate menjadi pendorong USD sehingga meluaskan defisit neraca pembayaran negara berkembang hingga terancam krisis seperti Turkey dan Argentina. Investor asing tercatat net sell 98.71 Miliar rupiah dengan saham BMRI, BBCA dan UNTR menjadi top net sell value investor asing.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top