Batu Bara Lampaui US$100 Per Ton, Harga Listrik Eropa Naik

Harga batu bara di Eropa menyentuh US$100 per ton untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, membuat biaya listrik di selurung wilayah Eropa naik dan makin memberi keuntungan bagi industri penyebab polusi udara itu yang selama ini diupayakan agar operasinya menyusut.
Mutiara Nabila | 02 Oktober 2018 19:36 WIB
Aktivitas di area pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di Eropa menyentuh US$100 per ton untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, membuat biaya listrik di selurung wilayah Eropa naik dan makin memberi keuntungan bagi industri penyebab polusi udara itu yang selama ini diupayakan agar operasinya menyusut.

Permintaan bahan pembangkit listrik itu di China dan India membuat kargo untuk komoditas batu bara dan gas alam cari (liquefied natural gas/LNG) menyusut. Kekuatan dua komoditas itu cukup mengejutkan karena sudah mengalami lonjakan untuk bahan bakar pemanas sebelum musim dingin masuk sehingga permintaan energi melambung.

Kenaikan harga energi akan membuat perusahaan yang menggerakkan pembangkit listrik berkarbon rendah, seperti perusahaan Electricite de France SA dan Fortum Oyj, semakin mendapatkan lebih banyak keuntungan. Hal itu merugikan pengguna listrik seperti dari pabrik baja, aluminium, dan semen.

Anggota badan manajemen produsen baja ArcelorMittal di Polandia Tomasz Slezak mengatakan, sudah banyak indikasi yang menunjukkan harga energi akan terus naik.

“Kami sebagai salah satu perusahaan konsumen energi terbesar di Eropa khawatir. Kami jujur takut kalau harganya naik,” paparnya, dikutip dari Bloomberg¸ Selasa (2/10/2018).

Kenaikan harga patokan kontrak batu bara telah mendorong harga listrik di seluruh Eropa sejak Maret. Kenaikan tersebut berbenturan dengan kenaikan biaya perizinan emisi karbon yang mencapai titik tertinggi selama satu dekade sehingga membuat penggunaan batu bara kian mahal.

“Meskipun harga kredit karbon juga naik di Eropa secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, harga batu bara menjadi sangat kompetitif karena harga gas alam juga naik,” kata Shane Stephan, Chief Executive Officer New Hope Corp.

Jerman kini berupaya untuk menyiapkan waktu untuk menutup tambang batu bara yang tersisa, dan Inggris sudah berjanji untuk mengurangi operasi batu baranya di Britania pada 2025. Pada akhir 2017 lalu, sejumlah analis memprediksi harga patokan batu bara akan turun hingga 16% pada akhir tahun.

Tag : listrik, batu bara
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top