Rupiah Tembus 15.043 Terendah Sejak 1998

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,89% atau 132 poin ke level Rp15.043 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp14.945-Rp15.049.
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 Oktober 2018 16:59 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

 Bisnis.com, JAKARTA — NIlai tukar rupiah melemah melampaui level Rp15.000 per dolar AS pada perdaganganhari ini, Selasa (2/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,89% atau 132 poin ke level Rp15.043 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp14.945-Rp15.049.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka dengan pelemahan 34 poin atau 0,23% di level Rp14.945 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Senin (1/10/2018), rupiah berakhir terdepresiasi 8 poin atau 0,05% di posisi Rp14.911 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,43% atau 0,407 poin ke level 95,705 pada pukul 16.11 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka di zona merah dengan turun tipis 0,006 poin atau 0,01% di level 95,292, setelah pada perdagangan Senin (1/10) berakhir menguat 0,17% atau 0,166 poin di posisi 95,298.

Dilansir Bloomberg, rupiah terjerembap menembus level Rp15.000 untuk pertama kalinya sejak 1998, sekaligus memimpin pelemahan di antara mata uang pasar negara berkembang Asia.

Para pelaku pasar melihat pelemahan ini akibat pergerakan dolar yang lebih kuat, kenaikan imbal hasil AS, harga minyak lebih tinggi.

"Mengingat kenaikan suku bunga AS, penguatan harga minyak, dan kemungkinan defisit perdagangan yang lebih luas, ditambah dolar yang lebih kuat dalam beberapa hari terakhir, terbukti sulit bagi Bank Indonesia untuk menahan rupiah di level Rp15.000," ungkap Khoon Goh, kepala penelitian di Australia And New Zealand Banking Group Ltd., seperti dikutip Bloomberg.

Rupiah melemah bahkan ketika Bank Indonesia melakukan intervensi dengan cara yang terukur untuk membatasi penurunannya. Bank sentral juga telah menaikkan suku bunga lima kali sejak Mei untuk melindungi mata uang.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution belum bersedia memberikan komentar mengenai nilai tukar Rupiah yang melemah hingga Rp15.000 terhadap dolar Amerika Serikat.

"Pokoknya saya belum mau komentar dulu. Saya coba pulang dulu, saya pelajari. Nanti kita lihat ya," kata Darmin ditemui seusai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top