Kurs Jisdor Melemah ke 14.988, Rupiah Terkulai di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.988 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (2/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 02 Oktober 2018 10:39 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.988 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (2/10/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp14.988 per dolar AS, melemah 83 poin atau 0,55% dari posisi Rp14.905 pada Senin (1/10/2018).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 87 poin atau 0,58% ke level Rp14.998 per dolar AS pada pukul 09.51 WIB

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka dengan pelemahan 34 poin atau 0,23% di level Rp14.945 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Senin (1/10/2018), rupiah berakhir terdepresiasi 8 poin atau 0,05% di posisi Rp14.911 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau naik 0,01% atau 0,010 poin ke level 95,308 pada pukul 09.56 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka di zona merah dengan turun tipis 0,006 poin atau 0,01% di level 95,292, setelah pada perdagangan Senin (1/10) berakhir menguat 0,17% atau 0,166 poin di posisi 95,298.

Dikutip dari risetnya hari ini, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memperkirakan penguatan dolar AS di level 95,3-95,50 terhadap hampir seluruh mata uang utama di dunia.

Dipaparkan, tercapainya kesepakatan baru NAFTA antara AS, Meksiko dan Kanada mendorong penguatan dolar AS terhadap yen Jepang.

Selain itu, kekhawatiran akan defisit anggaran yang lebih tinggi dibandingkan ekspektasi di Italia mendorong pelemahan mata uang euro atas dolar AS.

Di sisi lain, dari dalam negeri, deflasi yang terjadi di bulan September sebesar -0.18% (mom) kemungkinan dapat menahan pelemahan rupiah lebih lanjut seiring inflasi yang rendah di tengah penguatan indeks dolar AS.

Secara tahunan inflasi September turun menjadi 2.88% (yoy) dari bulan sebelumnya 3.2% (yoy). Inflasi yang rendah menunjukan ekonomi Indonesia masih cukup solid untuk menyerap risiko akibat pelemahan rupiah terhadap dolar sepanjang tahun 2018.

“Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.910-Rp 14.950 per dolar AS,” tulis Ahmad.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

2 Oktober

14.988

1 Oktober

14.905

28 September

14.929

27 September

14.919

26 September

14.938

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top