Lelang Sukuk Negara: Penawaran Investor Diprediksi Moderat

Minat investor atas lelang Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara hari ini, Selasa (2/10/2018) diperkirakan akan relatif terbatas, meskipun kemungkinan akan lebih tinggi dibandingkan dengan lelang dua pekan sebelumnya.
Emanuel B. Caesario | 02 Oktober 2018 09:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Minat investor atas lelang Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara hari ini, Selasa (2/10/2018) diperkirakan akan relatif terbatas, meskipun kemungkinan akan lebih tinggi dibandingkan dengan lelang dua pekan sebelumnya.

Pemerintah akan melepas 6 seri sukuk dalam lelang kali ini, yakni seri SPN-S 03042019 (New Issuance), SPN-S 03072019 (New Issuance), PBS016 (reopening), PBS019 (New Issuance), PBS012 (reopening) dan PBS015 (reopening).

Target penerbitan adalah senilai Rp4 triliun dengan profil seri-seri yang akan dilelang adalah sebagai berikut:
Surat Perbendaharaan Negara seri SPN-S 03042019 (Diskonto; 3 April 2019);
Surat Perbendaharaan Negara seri SPN-S 03072019 (Diskonto; 3 Juli 2019);
Project Based Sukuk Seri PBS016 (6,25000%; 15 Maret 2020);
Project Based Sukuk Seri PBS019 (15 September 2023);
Project Based Sukuk Seri PBS012 (8,87500%; 15 November 2031); dan
Project Based Sukuk Seri PBS015 (8,00000%; 15 Juli 2047).

"Kami perkirakan jumlah penawaran yang masuk akan berkisar antara Rp8—13 triliun dengan jumlah penawaran terbesar masih akan didapati pada Surat Perbendaharaan Negara serta pada PBS016," kata I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas dalam riset harian, Selasa (2/10/2018).

Berdasarkan kondisi di pasar sekunder menjelang pelaksanaan lelang, Made perkirakan tingkat imbal hasil yang akan dimenangkan pada lelang hari ini adalah sebagai berikut :

SPN-S 03042019 berkisar antara 6,59375 - 6,68750; SPN-S 03072019 berkisar antara 7,00000 - 7,09375;
PBS016 berkisar antara 7,65625 - 7,75000;
PBS019 berkisar antara 8,21875 - 8,31250 dengan tingkat imbalan sebesar 8,25000;
PBS012 berkisar antara 8,71875 - 8,81250;
PBS015 berkisar antara 9,37500 - 9,46875.

Dhian Karyantono, analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa pemerintah menawarkan seri baru fixed rate sukuk dalam lelang ini, yakni PBS019, yang diperkirakan mengalami kenaikan incoming bids dibandingkan lelang sukuk pemerintah terakhir.

"Kami mengestimasikan tingkat incoming bids dalam lelang kali ini antara Rp10 triliun hingga Rp20 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan lelang sukuk pemerintah sebelumnya sebesar Rp8,22 triliun," katanya dalam riset harian.

Berikut ini estumasi tingkat yield yang akan dimenangkan pemerintah atas penawaran investor pada masinf-masing seri menurut Mirae Asset Sekuritas Indonesia:

SPN-S 03042019 (New Issuance, 3 April 2019): 6,531250% - 6,718750%
SPN-S 03072019 (New Issuance, 3 Juli 2019): 6,875000% - 6,968750%
PBS016 (Reopening, 15 Maret 2020): 7,718750% - 7,937500%
PBS019 (New Issuance, 15 September 2023): 8,156250% - 8,250000%
PBS012 (Reopening, 15 November 2031): 8,843750% - 8,937500%
PBS015 (Reopening, 15 Juli 2047): 9,093750% - 9,218750%

Lelang akan dibuka pada pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama.

Adapun setelmen akan dilaksanakan pada Kamis, 4 Oktober 2018 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2).

Pada 2018, target penerbitan kotor (gross issuance) Surat Berharga Negara senilai Rp846,4 triliun dimana hingga kuartal III/2018 pemerintah telah meraup dana senilai Rp451,75 triliun dari hasil pelaksanaan lelang penjualan Surat Berharga Negara.

Pada kuartal IV/2018 pemerintah mentargetkan penerbitan Surat Berharga Negara senilai Rp142,72 triliun dari 6 kali lelang Surat Utang Negara dan enam kali lelang Sukuk Negara.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top