Kiwoom Sekuritas: Penguatan Pasar Obligasi Masuk Fase Akhir

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (2/10/2018), pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas.
Emanuel B. Caesario | 02 Oktober 2018 08:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (2/10/2018), pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas.

Maximilianus Nico Demus Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa penguatan ini sudah mulai memasuki fase akhir.

Apabila memang pasar obligasi masih akan terus menguat, maka seharusnya harga obligasi akan mengalami penurunan sebelum pada akhirnya kembali menguat.

Penguatan ini juga merupakan kesempatan bagi pasar obligasi untuk membuat satu trend secara jangka pendek, yang dapat mengubah trend penurunan yang sudah terbentuk sejak dari dulu sehingga trend penurunan ini dapat berakhir, dan berganti trend penguatan.

"Kami menilai ini merupakan sesuatu yang sangat baik, terutama didukung oleh data inflasi yang keluar rendah kemarin, sehingga memberikan sentimen yang positif untuk pagi hari ini," katanya dalam riset harian, Selasa (2/10/2018).

Namun demikian, lanjutnya, kenaikan imbal hasil global pada hari ini akan membuat penguatan pasar obligasi menjadi terbatas.

Di titik inilah pasar obligasi akan menguji support untuk imbal hasil obligasi 10 tahun. Apabila hari ini bisa berhasil tembus di bawah 8% maka sudah akan otomatis menuju 7,8%.

Nico menyarankan, bagi yang ingin masuk saat ini, harap berhati hati karena area penguatan sudah terbatas. Apabila hari ini penguatan menjadi terbatas, fokuskan kepada lelang yang diadakan pemerintah hari ini. PBS 19 mungkin akan menjadi artis pendatang baru.

"Kami merekomendasikan beli hari ini dengan volume kecil, tetap hati hati dengan profit taking yang mungkin akan terjadi," katanya.

Adapun, pada perdagangan kemarin, total transaksi dan frekuensi turun dibandingkan hari sebelumnya ditengah tengah kenaikkan harga obligasi yang terjadi kemarin.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi < 1 tahun, diikuti dengan 10 – 15 tahun dan 3 – 5 tahun. Sisanya merata disemua tenor hingga 20 tahun.

Pasar obligasi kemarin mengalami penguatan, yang di mana dititik inilah pasar obligasi mulai kembali menunjukkan trend penguatan secara jangka pendek.

Imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup menguat di 8.01% dibandingkan hari sebelumnya di 8.11%. Minyak Texas di tutup naik di harga 75.30 dibandingkan hari sebelumnya 73.25. Rupiah di tutup melemah di Rp14.910 dibandingkan hari sebelumnya di Rp14.903 per dolar AS.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top