Rupiah Tembus Rp15.000, IHSG Ditutup Merosot

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,16% atau 68,98 poin ke level 5.875,62 setelah dibuka di zona hijau dengan pelemahan 0,04% atau 2,65 poin ke level 5.947,25.
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 Oktober 2018 17:14 WIB
Karyawan berjalan melintasi layar informasi Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (2/10/2018), di saat rupiah menembus level Rp15.000 untuk pertama kalinya sejak 1998.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,16% atau 68,98 poin ke level 5.875,62 setelah dibuka di zona hijau dengan pelemahan 0,04% atau 2,65 poin ke level 5.947,25.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.862,95-5.956,78.

Dilansir Bloomberg, dari 603 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 109 saham menguat, 283 saham melemah, dan 211 saham stagnan.

Seluruh sembilan sektor pada IHSG turun dan menekan IHSG pada perdagangan hari ini, didorong sektor industri dasar yang melemah 2,98% dan aneka industri yang turun 1,70%.

Saham PT Bank Mandiri (Persero ) Tbk (BMRI) yang melemah 3,73% dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melemah 2,2% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 juga ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,42% atau 7,41 poin ke level 513,55, setelah dibuka menguat 0,1% di posisi 521,48.\

Sementara itu, nIlai tukar rupiah melemah ditutup melampaui level Rp15.000 per dolar AS untuk pertama kalinya sejak krisis 1998 silam.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,89% atau 132 poin ke level Rp15.043 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp14.945-Rp15.049.

Dilansir dari Bloomberg, rupiah melemah di tengah memburuknya sentimen terhadap aset pasar negara berkembang berikut kekhawatiran tentang melebarnya defisit transaksi berjalan.

Rupiah terus melemah bahkan setelah Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi di pasar keuangan serta mengerek suku bunga acuan sebanyak lima kali sejak Mei demi membatasi aksi jual.

“Pelemahan rupiah merupakan akibat dari sentimen buruk yang berputar di emerging market serta kerentanan dari kondisi domestik di Indonesia sendiri,” ujar analis pasar IG Asia Pte. Jingyi Pan, seperti dikutip Bloomberg.

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BMRI

-3,73

BBRI

-2,20

INKP

-6,26

ASII

-1,71

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

PTBA

+4,32

GGRM

+1,09

ICBP

+1,42

PNBN

+5,82

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top