Kesepakatan AS-Meksiko-Kanada Angkat Indeks Dow Jones & S&P 500

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 192,9 poin atau 0,73% ke level 26.651,21, indeks S&P 500 naik 10,61 poin atau 0,36% ke level 2.924,59, sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 9,05 poin atau 0,11% ke 8.037,30.
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 Oktober 2018 06:38 WIB
Bursa AS. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Dow Jones dan S&P 500 memulai kuartal keempat di zona hijau pada perdagangan Senin, (1/10/2018), setelah kesepakatan di menit-menit terakhir untuk menyelamatkan NAFTA sebagai pakta trilateral membantu meredakan kekhawatiran perdagangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 192,9 poin atau 0,73% ke level 26.651,21, indeks S&P 500 naik 10,61 poin atau 0,36% ke level 2.924,59, sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 9,05 poin atau 0,11% ke 8.037,30.

Dilansir Reuters, Kanada dan Meksiko menerima kondisi perdagangan yang lebih ketat dalam Perjanjian Baru Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), yang akan membuat lebih sulit bagi pembuat produsen global untuk membangun mobil murah di Meksiko dan bertujuan untuk membawa lebih banyak lapangan kerja ke AS.

Saham industri, khurusnya yang terkait dengan mobil dan kereta api menguat. Ford Motor Co naik 0,8%, sementara General Motors Co menguat 1,6%. Di antara saham emiten kereta api, Kansas City Southern menguat 2,9%.

Sektor industri yang peka terhadap perkembangan perdagangan dalam beberapa bulan terakhir ditutup menguat 0,9%, yang merupakan kinerja terbaik dalam lima pekan terakhir.

"Ini adalah berita baik tidak hanya untuk NAFTA dan Amerika Utara secara umum tetapi banyak pelaku pasar benar-benar memandang prospek negosiasi di masa depan terbuka, terutama dengan China," kata Lindsey Bell, analis investasi di CFRA Research, seperti dikutip Reuters.

Saham General Electric Co yang naik 7,1% menjadi pendorong utama sektor industri, sekaligus mencatat kinerja terbaik dalam 3,5 tahun terakhir, menyusul penggantian Chief Executive Officer John Flannery oleh anggota dewan direksi Larry Culp, yang diharapkan investor dapat mengubah portofolio perusahaan lebih cepat.

Selain industri, sektor bahan baku dan energi juga menguat lebih dari 1%. Saham energi mendapat dorongan karena harga minyak mentah mencapai level tertinggi sejak 2014 di tengah perjanjian perdagangan baru dan sanksi AS terhadap Iran.

Di sisi lain, sektor real estat dan utilitas melemah dan menjadi penahan penguatan indeks Wall Street lebih lanjut.

Sementara itu, indeks Nasdaq berbalik ke zona merah di akhir sesi menyusul tekanan dari saham Facebook Inc yang melemah 1,2% dan Intel Corp. yang turun 1,8%.

Tag : bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top