Rekomendasi Saham: Naik 29,83% dalam 3 Bulan, Saatnya Hold INTP?

Bloomberg mencatat harga saham INTP tersungkur 875 poin atau 4,73% ke level Rp17.625, pada sesi penutupan perdagangan, Senin (1/10). Total kapitalisasi pasar yang dimiliki Rp64,88 triliun dengan price earning ratio (PER) 91,32 kali.
M. Nurhadi Pratomo | 02 Oktober 2018 08:41 WIB
Petugas menjelaskan cara berinvestasi kepada calon investor di Jakarta Investment Center (JIC), Jakarta, Kamis (2/8/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA--Salah satu produsen semen terbesar di dalam negeri, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, tengah berjuang menjaga keuntungan lewat strategi menaikkan harga jual. Di tengah bayang-bayang kelebihan pasokan yang melanda pasar semen domestik, masih prospektif saham emiten berkode saham INTP itu untuk dikoleksi?

Berdasarkan catatan Bisnis.com, INTP mengantongi volume penjualan 1,6 juta ton pada Agustus 2018. Perseroan mengklaim catatan itu naik 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Total volume penjualan mencapai 11,5 juta ton pada Januari 2018—Agustus 2018. Pencapaian tersebut tumbuh 7% dari periode yang sama pada 2017.

Seperti diketahui, INTP membukukan pendapatan Rp6,48 triliun pada semester I/2018. Pencapaian itu turun 0,91% dari Rp6,54 triliun pada semester I/2018.

Sebaliknya, beban pokok pendapatan dan penjualan naik 11,21% secara tahunan. Tercatat, terjadi kenaikan dari Rp4,30 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp4,78 triliun.

Untuk urusan pergerakan saham di pasar modal, Bloomberg mencatat harga saham INTP tersungkur 875 poin atau 4,73% ke level Rp17.625, pada sesi penutupan perdagangan, Senin (1/10). Total kapitalisasi pasar yang dimiliki Rp64,88 triliun dengan price earning ratio (PER) 91,32 kali.

Harga saham INTP terkoreksi 19,70% untuk periode berjalan 2018. Akan tetapi, dalam 3 bulan terakhir tercatat menguat 29,83%.

Dalam riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg, Senin (1/10), analis Reliance Sekuritas Indonesia Kornelis Wicaksono memproyeksikan INTP mampu membukukan pertumbuhan penjualan 5%. Besaran itu lebih rendah dari target emiten sebesar 6%.

Kornelis menyebut proyeksi itu sebagai refleksi hasil kinerja semester I/2018. Pada periode tersebut, produsen semen swasta itu mencatat penurunan penjualan 0,9% secara tahunan.

Akan tetapi, harga jual semen pada Juli 2018—Agustus 2018 mengalami kenaikkan. Artinya, akan terjadi perbaikan margin pada kuartal III/2018 dan kuartal IV/2018.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Kornelis merekomendasikan hold untuk saham INTP. Target harga berada di level Rp16.950 per saham.

“Target harga kami merefleksikan price earning estimasi 2019 sebesar 46,7 kali,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan, Senin (1/10).

Adapun, risiko investasi yang digarisbawahi yakni permintaan dan pasokan semen, harga batu bara, serta kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin, dalam risetnya yang dikutip melalui Bloomberg, menuliskan penjualan domestik INTP tumbuh 1,8% secara tahunan pada Agustus 2018. Pencapaian itu menurutnya turun dari periode yang sama tahun lalu yakni 3,1% secara tahunan pada Agustus 2017.

Secara keseluruhan, Mimi memberikan rekomendasi netral untuk emiten produsen semen. INTP saat ini diperdagangkan dengan trailing price earning 44,9 kali atau lebih tinggi dari rata-rata trailing price earning dalam 5 tahun terakhir sebesar 21,0 kali.

Berdasarkan data Bloomberg, 15 dari 31 analis yang mengulas saham INTP merekomendasikan hold saham perseroan. Sementara itu, 7 merekomendasikan beli dan sisanya merekomendasi jual.

Tag : rekomendasi saham
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top