Dolar Kanada Menguat di Hadapan Dolar AS Karena Pengaruh Ini

Dolar Amerika Serikat melemah di hadapan dolar Kanada setelah AS dan Kanada mencapai kerangka kesepakatan untuk memperbarui Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara atau NAFTA.
Mutiara Nabila | 01 Oktober 2018 20:37 WIB
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat melemah di hadapan dolar Kanada setelah AS dan Kanada mencapai kerangka kesepakatan untuk memperbarui Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara atau NAFTA.

Kedua negara itu telah mencapai kesepakatan, termasuk memberikan penawaran akses lebih terbuka pada komoditas susu sapi bagi peternak AS dan Kanada yang sepakat untuk membatasi ekspor kendaraan bermotor ke AS.

Pada Senin (1/10) dolar Kanada menguat 0,5% dengan sebelumnya sempat menguat hingga 0,7% dan mencapai titik tertinggi selama empat bulan di posisi 1,281 per dolar AS karena kemunculan kabar akan kesepakatan perdagangan bebas itu. Hal itu berhasil memberi dorongan pada dolar Kanada yang sebelumnya diperdagangkan dengan nilai 1,283 per dolar AS.

Ahli strategi mata uang di Daiwa Securities Tokyo Yukio Ishizuki mengatakan bahwa meskipun pasar sudah mengantisipasi hal terburuk dari kesepakatan itu, satu kekhawatiran berkurang karena kesepakatan itu sudah dibuat.

“Hal itu akan mengangkat kepercayaan pada perekonomian AS, sehingga sentimen risiko lebih mudah membaik. Dolar Kanada cukup menguat hari ini, bersamaan dengan itu, semakin mempermudah mata uang lain seperti dari emerging market untuk bisa menguat, dan menekan aksi jual pada dolar,” ujarnya, dilansir dari Reuters, Senin (1/10/2018).

Selain dolar Kanada, peso Meksiko juga menguat ke titik tertinggi selama tujuh pekan di hadapan dolar AS. Peso menguat 0,59% menjadi 18,60 peso per dolar AS setelah sebelumnya sempat ke 18,54 peso per dolar AS.

Sementara itu, yen Jepang justru melemah 0,16% menjadi 113,88 yen per dolar AS, terendah sejak pertengahan November 2017.

Greenback sudah kembali mendapatkan dorongan di hadapan mata uang Jepang, termasuk membukukan penguatan 1% pada pekan lalu. Adapun, indeks dolar AS juga mengalami penguatan tipis 0,08% menjadi 95,21 poin.

Dalam kuartal III/2018, indeks dolar AS telah mencatatkan kenaikan kuartalan dua kali berturut, naik lebih dari 0,5%.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menuturkan bahwa pihak Kanada harus menandatangani pakta terbaru dari NAFTA sebelum Senin (1/10) waktu setempat atau tidak akan dianggap dalam pakta tersebut. Washington telah terlebih dahulu mencapai kesepakatan dengan Meksiko, anggota NAFTA lainnya.

Dari mata uang lainnya, seperti euro, melemah tipis di hadapan dolar AS hingga 0,06% menjadi US$1,159 per euro karena adanya kekhawatiran akan defisit di Italia sehingga memberatkan mata uangnya setelah pemerintah Italia memprediksikan defisit bujetnya akan lebih tinggi dari target.

Euro sempat melemah hingga 1,2% pada akhir pekan lalu dan diperdagangkan mendekati titik terendah selama dua pekan menyentuh US$1,156 per euro pada Jumat (28/9).

Tag : dolar as
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top