Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Keluarkan Jurus Baru untuk Kendalikan Rupiah

Bisnis.com, JAKARTA-- Bank Indonesia mengeluarkan jurus baru dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jurus baru tersebut adalah memberlakukan transaksi domestic non-deliverable forward (DNDF).
Achmad Aris
Achmad Aris - Bisnis.com 27 September 2018  |  14:51 WIB
Perbandingan kurs rupiah tahun 1998, 2008, dan 2018. - Bisnis/Radityo Eko
Perbandingan kurs rupiah tahun 1998, 2008, dan 2018. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA-- Bank Indonesia mengeluarkan jurus baru dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jurus baru tersebut adalah memberlakukan transaksi domestic non-deliverable forward (DNDF).

DNDF merupakan pasar derivatif valas yang bisa digunakan untuk melakukan hedging kurs di dalam negeri. Semua transaksi dilakukan menggunakan rupiah sehingga Bank Indonesia tak perlu menggunakan cadangan devisa ketika melakukan intervensi.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah mengatakan, pasar DNDF ini dimaksudkan untuk mengimbangi pasar NDF offshore yang selama ini dinilai menjadi pemicu gejolak nilai tukar rupiah.

"Biasanya hedge fund asing ketika melihat sentimen negatif global yang berpotensi menekan kurs, mereka biasanya masuk di NDF offshore untuk mengamankan risiko kurs padahal asetnya di SBN tidak kemana-mana alias tetap di Indonesia, akhirnya aksi ini membuat pasar NDF di luar meroket dan itu membuat pasar spot di dalam negeri terpengaruh," katanya, Rabu (26/9/2018) malam.

Yoga Affandi, Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, menjelaskan bahwa dengan DNDF ini pelaku pasar memiliki alternatif instrumen dalam melakukan transaksi hedging. Di samping itu, sambungnya, BI juga dapat memonitor pelaksanaan transaksi, baik dari sisi mekanisme, volume maupun harga.

"Atas dasar ini, BI dapat melakukan intervensi di pasar forward domestik dengan penyelesaian transaksi dalam mata uang rupiah, sehingga tidak berpengaruh terhadap posisi cadangan devisa," jelasnya.

Produk baru ini diharapkan segera berlaku mulai pekan depan. "Peraturannya tinggal menunggu Menteri Hukum dan HAM tanda tangan," ujarnya.

Untuk mekanisme transaksi DNDF bisa dilihat dari gambar di bawah ini:

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top