Akhir Sesi I, IHSG Terus Melaju di Zona Hijau

IHSG menguat 0,68% atau 39,88 poin ke level 5.913,15pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,03% atau 1,84 poin di level 5.913,15.
Aprianto Cahyo Nugroho | 27 September 2018 12:56 WIB
Pengunjung berbincang di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (27/9/2018).

IHSG menguat 0,68% atau 39,88 poin ke level 5.913,15pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,03% atau 1,84 poin di level 5.913,15.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.870,54 – 5.927,28. Adapun pada perdagangan Rabu (26/9), IHSG ditutup melemah 0,02% atau 1,03 poin di posisi 5.873,27.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 181 saham menguat, 125 saham melemah, dan 296 saham stagnan dari 602 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG menguat pada sesi I, dengan penguatan terbesar dialami sektor konsumer yang naik 1,65%, disusul sektor industri dasar dengan penguatan 0,94%.

Di sisi lain, aneka industri yang melemah 0,71% menjadi satu-satunya sektor yang menahan penguatan IHSG lebih lanjut di sesi I.

IHSG menguat di saat bursa saham di Asia Tenggara mayoritas melemah, dengan indeks FTSE Malay KLCI yang melemah 0,03%, indeks SE Thailand turun 0,21%, dan indeks PSEi Filipina melemah 0,16%, sedangkan indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 0,68%,

William Surya Wijaya, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas menambahkan pergerakan IHSG terlihat masih akan terkonsolidasi wajar sebelum kembali menguat.

Menurutnya, peluang pergerakan masih berada dalam rentang wajar, di mana momentum koreksi dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat dalam jangka panjang IHSG masih menunjukkan peluang uptrend.

"Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan pergerakan di kisaran 5.789-6.123," kata dia.

Meskipun pasar didera sentimen naiknya suku bunga The Fed, investor tampaknya sudah menduganya sejak awal sehingga tingkat kejutannya tidak menjadi faktor penghambat untuk melakukan trading pada hari ini setidaknya untuk jangka pendek.

Sebagaimana diketahui, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi kisaran 2%-2,25%.

Dalam pertemuan kebijakan yang berakhir Rabu (26/9) waktu setempat, The Fed masih memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada bulan Desember, tiga kali kenaikan pada tahun depan, dan satu kali pada 2020.

Setelah pertemuan, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral AS tersebut memantau ketat inflasi serta menggarisbawahi kekhawatiran pertumbuhan ekonomi AS yang cepat dapat menyebabkan kondisi yang terlalu panas dan memaksa The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top