Jasa Marga (JSMR) Perkuat Anak Usaha Bidang Pemeliharaan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melakukan pengembangan usaha entitas anak, PT Jasa Marga Tollroad Maintenance, agar dapat memperkuat lini bisnis utama perseroan.
M. Nurhadi Pratomo | 27 September 2018 14:23 WIB
Pembangunan jalan tol Pandaan-Malang di Jawa Timur. Gambar diambil pada Senin (17/9/2018). - Istimewa/PT Jasa Marga (Persero)

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melakukan pengembangan usaha entitas anak, PT Jasa Marga Tollroad Maintenance, agar dapat memperkuat lini bisnis utama perseroan.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan Jasa Marga Tollroad Maintenance (JMTM) akan mampu memprediksi atau merencanakan dan melaksanakan pemeliharaan di seluruh ruas jalan tol. Strategi tersebut sebagai langkah emiten berkode saham JSMR itu membangun anak usaha perseroan.

“Kami mau melengkapi bisnis proses dari A sampai Z untuk bisnis jalan tol,” tulisnyamelalui siaran pers, Kamis (27/9/2018).

Direktur Utama Jasa Marga Tollroad Maintenance Roy Ardian Darwis mengklaim siap membawa entitas anak tersebut berkembangan dan menjadi salah satu bisnis unggulan. Pada 2020, ditargetkan JMTM akan menjadi pemeliharaan seluruh ruas JSMR dan anak usaha jalan tol tol perseroan.

Roy mengatakan pengalaman kerja perusahaan antara lain bidang rekontruksi perkerasan jalan tol, penambahan jalur di ruas tol, pembangunan gerbang tol, pekerjaan perbaikan jembatan, pembuatan marka jalan, rambu jalan, guadril, pembatas jalan, serta pemeliharaan jalan rutin. Cakupan proyek tersebut telah dieksekusi di ruas cabang Jasa Marga dan anak perusahaan wilayah Jabodetabek dan Pulau Jawa.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ahmad Bambang  menjelaskan bahwa negara selaku pemegang saham mayoritas perseroan menginginkan pengembangan bisnis non-tol. Tujuan tersebut menjadi salah satu landasan diangkatnya Adrian sebagai Direktur Pengembangan yang baru.

Ahmad menjelaskan bahwa saat ini komposisi pendapatan Jasa Marga dari bisnis non-tol masih kecil. Tercatat, kontribusi dari lini tersebut hanya 7,7% atau Rp640 miliar.

“Ke depan, bisnis non-tol diharapkan bisa menyumbang 30%. Oleh karena itu, dikasih direktur yang hebat soal properti,” paparnya.

Tag : jasa marga, kinerja emiten
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top