BEI: Kondisi Politik Tidak Pengaruhi Kinerja Saham

Kepala Unit Pengembangan Produk Divisi Riset dan Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jimmi Charlo Simanjuntak menyatakan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak terlalu memengaruhi kinerja saham di Bursa Efek Indonesia.
Sophia Andayani | 26 September 2018 01:37 WIB
Bursa Efek Indonesia - Reuters

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Kepala Unit Pengembangan Produk Divisi Riset dan Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jimmi Charlo Simanjuntak menyatakan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak terlalu memengaruhi kinerja saham di Bursa Efek Indonesia.

“Pasar modal Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Pada tahun politik, [indeks harga saham gabungan/IHSG] diprediksi malah bisa naik sekitar 4% - 5%,” ungkapnya kepada Bisnis di sela-sela Investor Summit 2018 di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (25/9/2018).

Jimmi menambahkan mengatakan bahwa kondisi eksternal dari perekonomian global dengan adanya perang dagang Amerika Serikat – China, melemahnya nilai tukar rupiah, dan tahun politik tidak menyebabkan anjloknya pasar saham Indonesia secara signifikan.

“Kondisi saat ini cukup baik, market-nya tidak terlalu banyak berubah, rupiah stabil, kebijakan yang diambil pemerintah cukup baik, sekarang ini investor lokal sudah lebih banyak dari investor asing. Pergerakan saat ini lebih terpicu pada peristiwa lokal,” ungkapnya.

Jumlah investor lokal telah mencapai 62% dan sisanya 38% adalah investor asing, berbanding terbalik pada 2013, tercatat investor asing mencapai 62% dan lokal hanya 38%.

Melihat data tersebut, pencapaian keberhasilan edukasi mengenai pasar modal yang dilakukan BEI melalui 401 galeri investasi, 30 kantor cabang terbilang sukses.

Artinya, menurut dia, banyak dari masyarakat Indonesia yang sudah mulai melek saham, dengan komposisi usia yang dominan 25 hingga 45 tahun.

“Bisa jadi ini hasil program regular seperti Investor Summit, kelas pasar modal, dan ulasan di media. Apalagi sekarang semua sudah ditopang dengan teknologi yang memudahkan untuk memantau pergerakan pasar modal,” paparnya.

Emiten masih didominasi oleh sektor perbankan dan komunikasi dengan catatan ada lebih dari 600 emiten di BEI. “Tahun ini ada 34 emiten baru dan kemungkinan ada beberapa lagi hingga akhir tahun,” tambah Jimmi.

Tag : bursa efek indonesia
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top