Brent Sentuh Level Tertinggi Sejak 2014, Harga Batu Bara Ditutup Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak November 2018 ditutup menguat 0,45% atau 0,50 poin di level US$112,55 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 September 2018 07:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan kemarin, Senin (24/9/2018). 

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak November 2018 ditutup menguat 0,45% atau 0,50 poin di level US$112,55 per metrik ton.

Harga batu bara kontrak November melanjutkan penguatan setelah ditutup rebound 0,49% atau 55 poin ke level US$112,05 per troy ounce pada sesi perdagangan sebelumnya.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk Januari 2019 juga ditutup di zona hijau dengan penguatan 1,29% di level US$101,80 per troy ounce.

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah menguat, dengan Brent melonjak ke level tertingginya dalam hampir empat tahun pada perdagangan setelah OPEC dan sekutunya mengesampingkan permintaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengendalikan harga minyak.

Harga minyak Brent, acuan lebih dari separuh minyak global, untuk pengiriman November melonjak US$2,40 dan berakhir di US$81,20 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$9,12 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Adapun harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November ditutup menguat US$1,30 di level US$72,08 per barel di New York Mercantile Exchange.

Dilansir Bloomberg, kontrak berjangka minyak di London melonjak ke level tertinggi sejak November 2014, setelah OPEC dan mitranya menyatakan mereka akan meningkatkan produksi minyak hanya jika pelanggan mencari lebih banyak kargo.

“Pasar mulai menyadari bahwa permintaan global yang kuat dan kurangnya kapasitas produksi cadangan akan mengarah ke salah satu pasar paling ketat yang telah kita lihat dalam waktu yang lama,” ujar Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group.

“Langkah OPEC yang tidak meningkatkan produksi dengan segera membuat pedagang bertanya-tanya tentang kemampuan mereka untuk melakukannya di masa mendatang.”

Arab Saudi mengisyaratkan pihak kerajaan tidak ingin terburu-buru untuk menurunkan harga minyak dari level saat ini.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

24 September

112,55

(+0,45%

21 September

112,05

(+0,49%

20 September

111,50

(-0,40%)

19 September

112,15

(+0,18%)

18 September

112,20

(-1,10%)

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara, harga minyak brent
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top