Sentimen Eksternal Tahan IHSG di Zona Merah Hingga Akhir Sesi I

IHSG melemah 0,48% atau 28,05 poin ke level 5.854,17 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,12% atau 7,06 poin di level 5.875,16.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 September 2018 12:56 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan di zona merah hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (25/9/2018).

IHSG melemah 0,48% atau 28,05 poin ke level 5.854,17 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,12% atau 7,06 poin di level 5.875,16.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.850,75 – 5.895,02. Adapun pada perdagangan Senin (24/9), IHSG ditutup melemah 1,27% atau 75,52 poin di posisi 5.882,22.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 130 saham menguat, 182 saham melemah, dan 290 saham stagnan dari 602 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG melemah pada sesi I, dengan penurunan terbesar dialami sektor industri dasar yang melemah 2,17%, disusul sektor properti yang melemah 0,85%.

Di sisi lain, sektor tambang dan aneka industri yang masing-masing menguat 0,1% dan 0,04% menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut di sesi I.\

PT Valbury Sekuritas Indonesia mengestimasi IHSG akan kembali dalam tekanan, menyusul kian tajamnya perang dagang AS dan China. 

Tim analis Valbury Sekuritas menyebutkan pupusnya harapan rekonsiliasi AS dengan Cina mengenai tarif perdagangan kedua negara ini yang pada akhirnya bisa memunculkan kekecewaan investor.

Konflik perdagangan kedua negara ini yang kian menajam menghilangkan rasa nyaman investor global, termasuk juga pelaku pasar di BEI. Sikap investor ini kembali akan menimbulkan tekanan bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini.

IHSG melemah di saat bursa saham lain di Asia Tenggara juga bergerak melemah, dengan indeks FTSE Malay KLCI yang turun 0,15%, sedangkan indeks SE Thailand melemah 0,1% dan indeks PSEi Filipina turun 0,79%. Adapun indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 0,46.

Bursa saham Asia bergerak lesu pada perdagangan hari ini saat putaran tarif terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan China membangkitkan kembali kekhawatiran tentang dampak konflik perdagangan terhadap pertumbuhan global.

Pemerintah China dan Amerika Serikat memberlakukan putaran tarif baru terhadap produk-produk satu sama lain pada Senin (24/9), sehingga mengintensifkan pertikaian perdagangan yang diperkirakan akan memukul pertumbuhan ekonomi global.

Pasar keuangan global telah dilanda kekhawatiran dalam beberapa bulan terakhir bahwa dampak perang dagang China-AS akan menyurutkan investasi dan perdagangan sekaligus berdampak pada pertumbuhan dunia.

Latar belakang ketegangan tersebut menambah kehati-hatian pasar menjelang pertemuan kebijakan bank sentral AS Federal Reserve pekan ini yang diperkirakan akan memutuskan kenaikan suku bunga.

“Terlihat situasi penghindaran risiko secara umum, pelaku pasar menjadi sedikit lebih berhati-hati,” ujar Chris Zaccarelli, chief investment officer di Independent Advisor Alliance, North Carolina, seperti dikutip Reuters.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top