PLN Daftarkan Obligasi Rp832 Miliar

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengajukan permohonan untuk pencatatan efek bersifat utang Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap II Tahun 2018 dengan nilai nominal Rp832 miliar.
M. Nurhadi Pratomo | 25 September 2018 16:16 WIB
Petugas PLN - Bisnis.com/Denis

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengajukan permohonan untuk pencatatan efek bersifat utang Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap II Tahun 2018 dengan nilai nominal Rp832 miliar.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/9/2018), perseroan mendaftarkan Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap II 2018 yang terdiri atas lima seri. Pertama, Seri A dengan jumlah pokok obligasi Rp210 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,65% dan jatuh tempo 5 tahun sejak tanggal emisi.

Kedua, Seri B dengan jumlah pokok Rp483 miliar dan tingkat bunga tetap 9,00%. Surat utang tersebut memiliki waktu jatuh tempo selama 7 tahun.

Ketiga, Seri C dengan jumlah pokok Rp78 miliar dan tingkat bunga tetap 9,10%. Jangka waktu atau jatuh tempo selama 10 tahun sejak tanggal emisi.

Keempat, Seri D dengan jumlah pokok Rp15 miliar dan tingkat kupon tetap 9,30%. Jangka waktu atau jatuh tempo selama 15 tahun sejak tanggal emisi.

Kelima, Seri E dengan jumlah pokok Rp46 miliar dan tingkat bunga tetap 9,65%. Jangka waktu atau jatuh tempo selama 20 tahun sejak tanggal emisi.

Adapun, pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap tiga bulan dengan pembayaran perdana pada 10 Januari 2019. 

Masa penawaran umum akan dilakukan pada 4 Oktober 2018 —5 Oktober 2018. Pencatatan akan dilakukan di BEI pada 11 Oktober 2018.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, surat utang yang ditawarkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Proses penawaran awal atau bookbuilding telah dilakukan pada 30 Agustus 2018 sampai dengan 13 September 2018.

Dalam penawaran awal, perseroan setrum milik negara itu membidk dana sebanyak-banyaknya dari obligasi senilai Rp1,5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, Obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top