PREDIKSI LELANG SUN SELASA (25/9/2018): Investor Serbu Dua Seri Acuan Baru?

Minat investor terhadap dua seri obligasi negara fixed rate baru yang akan menjadi seri acuan tahun depan diperkirakan akan sangat tinggi mengingat surat utang seri acuan lebih likuid dibandingkan dengan seri lainnya.
Emanuel B. Caesario | 24 September 2018 23:42 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Minat investor terhadap dua seri obligasi negara fixed rate baru yang akan menjadi seri acuan tahun depan diperkirakan akan sangat tinggi mengingat surat utang seri acuan lebih likuid dibandingkan dengan seri lainnya.

Dalam lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (25/9), pemerintah akan melepas dua seri obligasi negara baru, yakni FR0077 yang akan jatuh tempo pada 15 Mei 2024 dan FR0078 yang akan jatuh tempo pada 15 Mei 2019.

Kedua seri tersebut masing-masing akan menjadi seri acuan SUN tenor 5 tahun dan 10 tahun pada 2019 mendatang. Kupon kedua seri tersebut baru akan ditentukan pada lelang esok berdasarkan hasil lelang.

Bersamaan dengan kedua seri tersebut, pemerintah kembali membuka lelang seri FR0065 tenor 15 tahun dan FR0075 tenor 20 tahun. Pemerintah juga menawarkan seri pasar uang, yakni surat perbendaharaan negara (SPN) seri SPN 3 bulan dan SPN 9 bulan.

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan bahwa dalam sejarahnya, lelang perdana obligasi seri acuan selalu diminati banyak investor. Menurutnya, kedua seri ini akan mendulang penawaran yang tinggi dari investor.

Adapun, pada lelang pertama kali seri FR0075 awal Agustus tahun lalu, penawaran investor mencapai Rp14,73 triliun atau 25% dari total penawaran investor dalam lelang saat itu yang mencapai Rp58,6 triliun. FR0075 dipersiapkan sebagai seri acuan tahun ini.

“Di pasar sekunder jelang lelang saat ini orang sudah tahan cash-nya. Mereka akan berburu seri baru ini karena ini seri yang akan aktif diperdagangkan di pasar sekunder tahun depan,” katanya baru-baru ini.

Made mengatakan, selain kedua seri ini, pemerintah juga masih harus putuskan dua seri lainnya yang akan menjadi seri acuan tahun depan.

Menurutnya, pemerintah kemungkinan tetap akan menggunakan seri lama FR0068 sebagai acuan bagi tenor 15 tahun, tetapi mengganti seri FR0075 dengan yang baru untuk tenor 20 tahun.

Alasannya, harga FR0075 saat ini sudah turun jauh di bawah par, yakni 90,07% per akhir pekan lalu, dengan yield 8,55%. Yield ini lebih tinggi dibandingkan dengan kuponnya yang sebesar 7,5%. Dengan demikian, arus kas yang diterima pemerintah setiap kali melelang seri ini sudah jauh di bawah nilai penerbitannya.

Sementara itu, seri FR0068 yang tenornya akan tersisa 15 tahun pada tahun depan masih dapat dipertahankan. Pasalnya, seri ini memiliki tingkat kupon yang lebih rendah dibandingkan dengan yield pasar saat ini, yakni 8,375%. Total outstandingnya kini Rp92,4 triliun.

Adapun, yield FR0065 yang kini acuan bagi tenor 15 tahun berada pada posisi 8,43% pada akhir pekan lalu. Bila pemerintah memutuskan menerbitkan seri baru untuk menggantinya, kuponnya harus menyesuaikan dengan yield saat ini atau lebih tinggi agar menarik bagi pasar.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa obligasi seri baru FR0077 dan FR0078 tentu akan menjadi primadona dalam lelang hari ini. Hadirnya seri baru ini akan mendorong aksi jual investor pada dua seri lama, yakni FR0063 dan FR0064.

“Beberapa pelaku pasar akan mulai melepas seri yang telah menjadi acuan tahun ini untuk ditukarkan dengan obligasi seri baru ini. Tujuannya untuk menjaga likuiditas dari portofolionya,” katanya.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, memperkirakan bahwa kedua seri baru tersebut akan menawarkan tingkat yield yang lebih tinggi dibandingkan dua seri acuan yang lama. Hal tersebut berdampak pada terbatasnya kenaikan harga dua seri acuan yang lama.

Tag : lelang sun
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top