OJK Bakal Pangkas Biaya Transaksi Pembelian Reksa Dana Pasar Uang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya untuk memangkas tarif transfer perbankan dalam transaksi pembelian reksa dana pasar uang di platform media dalam jaringan (daring), terutama ecommerce.
Tegar Arief | 23 September 2018 15:35 WIB
Reksa Dana - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya untuk memangkas tarif transfer perbankan dalam transaksi pembelian reksa dana pasar uang di platform media dalam jaringan (daring), terutama ecommerce.

Langkah ini dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk mengembangkan industri reksa dana. Adapun pasar uang dipilih karena dianggap sebagai produk yang paling ideal untuk investor pemula.

"Kami mengkaji transaksi yang cepat dan aman, termasuk terjangkau. Salah satunya dengan uoaya itu," kata Kepala Bagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi OJK, Solihin di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan, ada banyak produk reksa dana pasar uang yang dijual dengan harga Rp100.000. Produk berjenis ini cukup diminati oleh investor ritel, terutama pemula, meskipun imbal hasil atau return yang dihadirkan tidak sebesar reksa dana saham atau pendapatan tetap.

Dengan alasan itulah otoritas merasa perlu memberikan kemudahan atau sibsidi dalam bentuk tidak langsung kepada investor jenis ini. "Ini untuk menghindari jangan sampai nanti imbal hasilnya malah lebih rendah dari biaya transaksi," imbuhnya.

Selain mengkaji penurunan tarif transfer antarbank, OJK juga tengah berupaya untuk menyusun regulasi terkait kemitraan manajer investasi dan agen penjual efek reksa dana dengan gerai-gerai ritel modern atau minimarket di Tanah Air.

Nantinya, gerai ritel modern itu bisa melayani pembayaran pembelian reksa dana. Ini ditujukan untuk masyarakat yang berminat investasi namun tidak memiliki rekening di perbankan. "Sedang kami kaji mekanisme pembayaran dengan dua ritel modern yang ada," sambungnya.

Selain melalui ecommerce atau transfer perbankan, saat ini pembayaran reksa dana juga bisa dilakukan di jaringan PT Pos Indonesia (Persero). Namun sejauh ini dianggap masih belum efektif. Selain karena sosialisasi yang minim, pihak Pos juga masih belum melakukan langkah agresif untuk penetrasi pasar. "Masih belum maksimal."

Langkah otoritas untuk memangkas biaya transaksi itu mendapat dukungan dari manajer investasi. Upaya tersebut diyakini akan mampu meningkatkan jumlah investor ritel, termasuk masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah.

"Itu bagus karena akan membuka peluang untuk investasi bagi ritel termasuk masyarakat kecil," kata Direktur PT Sinarmas Asset Management Jamial Salim.

Dia menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan sosialisasi rutin terhadap masyarakat dengan meluas, sehingga upaya yang dilakukan juga diimbangi dengan pengetahuan dari masyarakat.

Selain itu, Jamial meminta kepada OJK untuk meningkatkan kemitraan dengan agen penjual, baik melalui finansial teknologi maupun gerai ritel modern. "Jadi jangkauan industri reksa dana bisa lebih luas dan investor terus bertambah."

Tag : reksa dana
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top