ASII Bakal Bobol Level Rp9.000?

Moncernya kinerja penjualan produk otomotif masih menjadi katalis positif bagi PT Astra International Tbk. Sejumlah analis memproyeksikan saham emiten bersandi ASII tersebut diprediksi akan terus menanjak.
Tegar Arief | 23 September 2018 15:31 WIB
Karyawati berjalan di dekat logo PT Astra International, di Jakarta. - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA - Moncernya kinerja penjualan produk otomotif masih menjadi katalis positif bagi PT Astra International Tbk. Sejumlah analis memproyeksikan saham emiten bersandi ASII tersebut diprediksi akan terus menanjak.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham ASII berada pada level Rp7.250, terkoreksi sebesar 3,33%. Namun hal ini tidak menyurutkan optimisme terhadap prospek jangka panjang ASII.

Analis PT Kresna Sekuritas Franky Rivan menjelaskan, penjualan sektor otomotif dalam laporan yang dirilis awal bulan ini mencatatkan kinerja posiif. Pangsa pasar ASII untuk roda empat hingga bulan lalu sebesar 49,1%.

Market share itu naik dibandingkan periode tujuh bulan tahun ini yang sebesar 48,9%. Adapun ttoal penjualan roda empat di kisaran 763.400 unit, naik sebesart 6,6% secara year on year per akhir bulan lalu.

Produk sport utility vehicle (SUV) seperti Toyota Rush dan Daihatsu Terios masih menjadi penopang, selain low cost green car (LCGC) yang secara mengejutkan melejit karena pasokan produk sejenis dari kompetitor terhambat.

"Prediksi kami pendapatan ASII dari roda empat masih akan ditopang dari SUV. Pangsa pasar delapan bulan ini juga semakin mendekati pangsa pasar 2017 yakni 53,6%," kata dia dalam riset yang dikutip, Minggu (23/9/2018).

Kresna Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga senilai Rp9.100. Rekomendasi serupa juga disampaikan oleh analis PT RHB Sekuritas Andrey Wijaya yang mempertahankan BUY dan meningkatkan target harga dari Rp8.450 menjadi Rp9.200.

Selain sektor otomotif, industri alat berat juga bakal mendongkrak kinerja ASII. Apalagi, salah satu anak usahanya yakni PT United Tractors Tbk. tengah dalam proses akuisisi tambang Martabe.

Perseroan sepakat mengakuisisi tambang Martabe yang terletak di Sumatra Utara tersebut dengan nilai sebesar US$1,14 miliar atau 95% dari total enterprise value yang sebesar US$1,2 miliar.

Menurut Andrey, akuisisi ini akan meningkatkan pendapatan United Tractor pada 2019 sebesar 15%, serta menyediakan jalan untuk melakukan diversifikasi dari bisnis yang berkaitan dengan batu bara.

"ASII masih menarik dan menjadi pilihan utama untuk sektor ini. Satu-satunya yang menjadi tantangan hanya pesatnya persaingan roda empat khususnya low MPV di pasar domestik," jelasnya.

Tag : astra
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top