Penerbitan Obligasi CIMB Niaga (BNGA) Di Bawah Target

Nilai penerbitan obligasi PT Bank CIMB Niaga Tbk. di bawah target. Emiten bersandi saham BNGA itu menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahan IV Tahun 2018 senilai Rp1,02 triliun.
Tegar Arief | 21 September 2018 17:07 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor cabang CIMB Niaga di Jakarta, Jumat (17/2). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai penerbitan obligasi PT Bank CIMB Niaga Tbk. di bawah target. Emiten bersandi saham BNGA itu menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahan IV Tahun 2018 senilai Rp1,02 triliun.

Padahal awalnya, BNGA menargetkan emisi dari obligasi tersebut senilai Rp1,25 triliun. Nilai tersebut tercantum dalam laporan perseroan yang disampaikan kepada PT Bursa Efek Indonesia sebelum masa penawaran umum.

Mardy Susanto, Presiden Direktur PT BCA Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi obligasi mengatakan penurunan itu merupakan hal yang wajar. Menurutnya, ini adalah mekanisme yang biasa terjadi di pasar modal.

Dia menambahkan, hal itu disebabkan karena besaran kupon yang diinginkan pasar tidak bisa dipenuhi oleh perseroan. Sebab bank penerbit, kata dia, harus mempertimbangkan apakah bunga dan kupon yang diinginkan itu sesuai dengan ekspektasi.

"Tergantung daya serap pasar, karena tidak semua keinginan pasar selalu dipenuhi oleh pihak bank. Ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan," kata dia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/9/2018).

Namun demikian, Mardy menegaskan bahwa kondisi pasar masih cukup baik. Menurutnya, minat pasar terhadap surat utang yang diterbitkan oleh BNGA juga mencapat sambutan positif. "Kalau CIMB Niaga lebih mementingkan kupon itu sah-sah saja, tidak masalah," tegasnya.

Dia juga menambahkan, nilai obligasi yang diterbitkan itu sesuai dengan permintaan pada saat penjatahan pasti. Kata dia, penjamin emisi tidak berkewajiban untuk menyerap emisi yang tidak terbeli oleh investor. "Semua dasarnya book building."

BNGA telah menyampaikan kepada otoritas pasar modal perihal penerbitan obligasi ini. Perseroan membagi surat utang ini ke dalam tiga seri, yakni Seri A, Seri B, dan Seri C.

Jumlah obligasi Seri A yang ditawarkan adalah senilai Rp766 miliar, dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,5% per tahun, dan berjangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi yang jatuh tempo pada 30 September 2019.

Adapun jumlah obligasi Seri B yang ditawarkan senilai Rp137 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,5% per tahun, berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi yang jatuh tempo pada 20 September 2021.

Sedangkan jumlah obligasi Seri C yang ditawarkan adalah Rp118 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,8% per tahun, dan berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi yang jatuh tempo pada 20 September 2023.

"Obligasi Seri A, Seri B, dan Seri C ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Bunga Oobligasi dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran Bunga Obligasi," tulis perseroan dalam keterbukaan informasi.

Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 20 Desember 2018. Sedangkan pembayaran pokok obligasi dilakukan secara penuh pada saat tanggal jatuh tempo.
 
 

Tag : Obligasi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top