Bursa Asia 'Hijau', IHSG Reli Tiga Hari Berturut-turut

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,45% atau 26,48 poin di level 5.957,74, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,43% atau 25,23 poin di posisi 5.957,74.
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 September 2018 17:16 WIB
Pengunjung berbincang di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan di hari ketiga pada perdagangan hari ini, Jumat (21/9/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,45% atau 26,48 poin di level 5.957,74, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,43% atau 25,23 poin di posisi 5.957,74.

IHSG melanjutkan penguatannya setelah pada perdagangan Kamis (20/9/2018) ditutup menguat 0,98% atau 57,67 poin ke level 5.931,27. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.935,04-5.975,17.

Dari 602 saham yang diperdagangkan di IHSG hari ini, 197 saham di antaranya menguat, sedangkan 187 saham melemah dan 218 saham lainnya stagnan.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG ditutup menguat, dengan dorongan terbesar dari sektor industri dasar yang naik 1,39%, disusul sektor perdagangan yang menguat 0,96.

Di sisi lain, tiga sektor lainnya melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, dipimpin sekto aneka industri yang melemah 2,63%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 ditutup menguat 0,50% atau 2,63 poin ke posisi 523,14.

IHSG menguat di saat bursa saham lain di kasawan Asia tenggara juga mayoritas menghijau, dengan indeks FTSE Straites Times yang naik 1,17%, indeks FTSE Malay KLCI menguat 0,38%, dan indeks SE Thailand menguat 0,30%.

Bursa saham lain di Asia juga menguat, dengan indeks Topix menguat 0,92%, indeks Hang Seng menguat 1,73, dan indeks Shanghai Composite naik 2,50%.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia cenderung menguat karena para investor tertarik pada pandangan bahwa dampak penerapan tarif terbaru antara AS dan China tidak seburuh yang dikhawatirkan sebelumnya.

Saham menguat setelah tarif baru AS dan China pada barang impor satu sama lain ditetapkan pada tingkat yang lebih rendah daripada yang diperkirakan sebelumnya, meningkatkan harapan bahwa permusuhan antara dua negara dengatn ekonomi terbesar dunia ini akan mereda.

Awal pekan ini, Perdana Menteri China Li Keqiang berjanji bahwa Beijing tidak akan terlibat dalam devaluasi mata uang kompetitif, yang menenangkan investor yang khawatir terhadap eskalasi ketegangan perdagangan lebih lanjut.

"Tarif yang diumumkan oleh kedua belah pihak selama pekan itu dianggap tidak setinggi yang semula diduga," kata David Madden, analis pasar di CMC Markets di London, seperti dikutip Reuters.

"AS secara khusus menunjukkan menahan diri, tapi itu sebagian karena pemerintahan Trump akan memiliki lebih banyak amunisi jika mereka merasa diperlukan. Sekarang karena serangkaian tarif terbaru telah diumumkan, investor jatuh kembali ke dalam rutinitas bullish mereka," lanjutnya.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BMRI

+2,62

BBNI

+4,79

CPIN

+4,41

BBRI

+0,97

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

ASII

-3,33

BBCA

-1,04

TOPS

-11,52

PGAS

-2,40

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top