Sektor Industri Dorong Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 251,22 poin atau 0,95% ke level 26.656,98, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 naik 22,8 poin atau 0,78% ke 2.930,75 dan Nasdaq Composite menguat 78,19 poin atau 0,98% ke 8,028,23.
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 September 2018 06:43 WIB
Bursa Saham AS

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor industri yang sensitif terhadap perdagangan memimpin Dow Jones Industrial Average ke rekor penutupan tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Kamis, (20/9/2018).

Ketiga indeks utama AS ditutup menguat karena kekhawatiran perdagangan mereda. Perusahaan teknologi memimpin indeks Nasdaq bersama dengan S&P 500 yang juga mencapai level penutupan tertinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 251,22 poin atau 0,95% ke level 26.656,98, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 naik 22,8 poin atau 0,78% ke 2.930,75 dan Nasdaq Composite menguat 78,19 poin atau 0,98% ke 8,028,23.

Terakhir kali S&P dan Dow mencapai rekor tertinggi sepanjang masa tanpa diikuti Nasdaq adalah pada 13 Desember 2017.

Microsoft Corp dan Apple Inc menguat masing-masing 1,7% dan 0,8%. Perusahaan-perusahaan tersebut memimpin kenaikan 1,2% pada sektor teknologi.

Dilansir Bloomberg, pasar saham menyikapi sengketa perdagangan yang sedang berlangsung dengan tenang. Selain itu, indeks juga didorong oleh pelemahan indeks dolar AS yang jatuh ke level terendah dalam lebih dari sepuluh pekan terakhir. Dolar yang lebih lemah mendukung peningkatan ekspor AS.

"Ketika indeks dikonfirmasi mencapai level tertinggi baru, orang melihat itu sebagai sinyal yang jelas dan mereka coba masuk ke pasar," kata Mark Hackett, kepala penelitian investasi di Nationwide, seperti dikutip Bloomberg.

Bernard Baumohl, kepala ekonom global di Economic Outlook Group mengungkapkan hal senada, namun menambahkan adanya alasan untuk berhati-hati.

"Pasar saham menyerupai orang mabuk di puncak bukit. Dia bergoyang-goyang dan Anda tahu orang mabuk itu akan jatuh tetapi tidak tahu kapan atau seberapa keras jatuhnya," ungkap Baumohl.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, hanya sektor energi yang mengakhiri perdagangan di wilayah negatif.

Di antara kelompok saham FAANG, Netflix Inc ditutup melemah, sementara saham lainnya, Facebook Inc, Apple Inc, Amazon.com dan Alphabet Inc, menguat antara 0,8% hingga 1,8%.

Nike Inc naik 1,1% setelah analisis data penjualan online perusahaan oleh Thomson Reuters Proprietary Research mengungkapkan penjualan perusahaan meningkat 61% sejak kemunculan kampanye iklan yang menampilkan pemain NFL Colin Kaepernick.

Sementara itu, saham Under Armor Inc melonjak 6,6% karena perusahaan olahraga tersebut mengumumkan telah mmangkas 3% tenaga kerja sebagai bagian dari skema turnaround perusahaan.

Saham-saham defensif, termasuk Northrop Grumman Corp, Lockheed Martin Corp dan Raytheon Co melemah setelah AS mengatakan siap untuk melanjutkan pembicaraan dengan Korea Utara setelah Pyongyang berjanji untuk denuklirisasi pada 2021.

Sementara itu, saham General Electric Co tergelincir 3,1% setelah melaporkan masalah dengan turbin listrik terbarunya dan mendorong J.P. Morgan untuk menurunkan target harga saham emiten.

Tag : bursa as
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top