Pasokan Minyak AS Susut, Harga WTI Tembus US$70-an Per Barel Lagi

Harga minyak mentah mengalami kenaikan di tengah penyusutan cadangan minyak AS dan permintaan gasoline AS yang menguat.
Mutiara Nabila | 20 September 2018 16:44 WIB
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah mengalami kenaikan di tengah penyusutan cadangan minyak AS dan permintaan gasoline AS yang menguat.

Adapun, tanda bahwa OPEC tidak akan menaikkan produksinya diperkirakan akan menambah penyusutan pasokan dari Iran sehingga berpotensi mendorong harga.

Pada perdagangan Kamis (20/9) harga inyak West Texas Intermediate (WTI) menembis US$70 per barel dengan berdiri di posisi US$71,59 per barel, naik 0,55 poin atau 0,77% dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, harga minyak Brent mencatatkan kenaikan 0,29 poin atau 0,37% menjadi US$79,69 per barel, melanjutkan kenaikan 0,5% pada Rabu (19/9/2018).

Kepala Perdagangan Asia – Pasifik Oanda Stephen Innes mengatakan bahwa sentimen bullish harga minyak telah kembali, bahkan semakin kuat lagi karena tradersudah mentapkan resistan tinggi berdasarkan laporan American Petroleum Institute (API).

Data mingguan API menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah AS mengalami kenaikan 2,1 juta barel pada pekan lalu.

Sementara itu, data Energy Information Administration (EIA) AS menunjukkan cadangan minyak AS anjlok selama lima pekan berturut ke level terendah selama 3 ½ tahun pada pekan 14 September, sedangkan cadangan gasoline AS juga menunjukkan adanya penurunan di luar ekspektasi karena penguatan permintaan.

Cadangan minyak AS mencatatkan penurunan 2,7 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan sebanyak 2,1 juta barel.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya termasuk Rusia akan mengadakan pertemuan pada Minggu (23/9) di Aljazair untuk mendiskusikan alokasi peningkatan pasokan didasarkan pada kapasitas masing-masing negara untuk mengimbangi penurunan pasokan Iran.

Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad Yudiwan mengatakan bahwa harga minyak naik di tengah penarikan persediaan minyak AS dan permintaan bensin AS yang menguat.

Tanda-tanda OPEC mungkin tidak meningkatkan output untuk mengatasi menyusutnya pasokan dari Iran juga mendukung harga.

“Harga minyak berpotensi bergerak naik menguji level US$71,90 per barel, penembusan level ini akan membawa harga menguji level resisten selanjutnya pada level US$72,45 dan US$72,90 per barel,” sesuai laporan risetnya.

Tag : Harga Minyak
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top