MNC Sekuritas: SUN Berpeluang Lanjutkan Tren Kenaikan Harga

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (20/9/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN akan kembali melanjutkan tren kenaikan harga.
Emanuel B. Caesario | 20 September 2018 10:27 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (20/9/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN akan kembali melanjutkan tren kenaikan harga.

Hanya saja, kenaikan harga tersebut akan dibatasi oleh kembali naiknya imbal hasil surat utang global serta pelaku pasar yang juga masih mencermati perkembangan terakhir dari konflik perang dagang.

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, memperkirakan bahwa untuk Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dolar Amerika, harganya masih akan berpotensi mengalami penurunan seiring dengan kenaikan imbal hasil dari US Treasury.

Imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 2 tahun mengalami kenaikan di level 2,795% yang merupakan posisi tertingginya sejak krisis keuangan global pada 2008, memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika masih akan berlanjut.

Dengan pertimbangan beberapa faktor tersebut, Made menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder.

"Seiring dengan tren kenaikan harga yang terjadi pada beberapa hari perdagangan terakhir, kami melihat bahwa SUN dengan tenor panjang telah mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi sehingga investor dapat mulai mempertimbangkan untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) terlebih dengan adanya ancaman kenaikan imbal hasil dari US Treasury," katanya dalam riset harian, Kamis (20/9/2018).

Adapun seri - seri yang masih dapat dicermati adalah sebegai berikut : ORI013, SR009, PBS016, PBS002, FR0036, FR0031, FR0053, FR0061, FR0043, FR0046, FR0070 dan FR0047.

Pada perdagangan Rabu, 19 September 2018, harga Surat Utang Negara melanjutkan kenaikan seiring dengan berlanjutnya aksi beli oleh investor.

Secara keseluruhan, kenaikan harga yang terjadi pada perdagangan kemarin telah mendorong terjadinya penurunan imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 10 tahun sebesar 14 bps di level 8,212% dan tenor 20 tahun sebesar 10 bps di level 8,786%.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah ditutup dengan mengalami pelemahan sebesar 20,00 pts (0,13%) di level Rp14.875,00 per dolar Amerika Serikat setelah bergerak pada kisaran Rp14.870--Rp14.915 per dolar AS.

Tag : Obligasi, surat utang negara
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top