Kiwoom Sekuritas: Investor Obligasi Tetap Perlu Hati-Hati

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pagi ini, Kamis (20/9/2018) pasar obligasi akan dibuka menguat, tetapi investor sebaiknya tetap hati-hati sebab sentimen yang cukup berpengaruh akan mempengaruhi pergerakan penguatan pasar obligasi hari ini.
Emanuel B. Caesario | 20 September 2018 09:58 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pagi ini, Kamis (20/9/2018) pasar obligasi akan dibuka menguat, tetapi investor sebaiknya tetap hati-hati sebab sentimen yang cukup berpengaruh akan mempengaruhi pergerakan penguatan pasar obligasi hari ini.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa secara jangka pendek hal ini akan menjadi rebound yang cukup apabila para pelaku pasar dan investor ingin melakukan up selling.

"Yang harus diingat adalah, secara jangka menengah hingga panjang, pasar obligasi masih menunjukkan trend penurunan yang masih sangat jelas," katanya, Kamis (20/9/2018).

Nico mengatakan, fokus berikutnya adalah capital outflow dari obligasi masih terjadi, tetapi sudah mulai melambat. Dalam sepekan terakhir dana asing di pasar obligasi berkurang 0.03%.

"Tekanan berikutnya adalah minggu depan yang di mana The Fed akan melakukan pertemuan, apakah kita mampu bertahan atau tidak, karena capital outflow tentu akan meningkat," katanya.

"Kami merekomendasikan beli hari ini dengan volume kecil dengan fokus transaksi jangka panjang," lanjutnya.

Pada perdagangan kemarin, total transaksi dan frekuensi naik dibandingkan dengan hari sebelumnya di tengah tengah kenaikan harga obligasi yang terjadi kemarin.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 7 – 10 tahun, diikuti dengan 15 – 20 tahun dan 3 – 5 tahun. Sisanya merata di semua tenor hingga 20 tahun. Obligasi lebih dari tenor 25 tahun juga aktif ditransaksikan meskipun tidak banyak.

Kenaikan pasar obligasi yang terjadi kemarin khususnya obligasi berdurasi 10 tahun dan 20 tahun mengalami selisih yang cukup besar sehingga berpotensi untuk mengalami penurunan untuk melakukan penyesuaian.

Imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup menguat di 8.25% dibandingkan hari sebelumnya di 8.38%.

Minyak Texas di tutup naik di harga US$71,12 dibandingkan dengan hari sebelumnya US$69,85 per barel. Rupiah ditutup melemah di Rp14.875 dibandingkan dengan hari sebelumnya di Rp14.855 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top