Profindo Sekuritas Indonesia: IHSG Masih Menguat, Simak Rekomendasi Beli dan Jual Saham Berikut

Diperkirakan indeks pada hari ini bergerak menguat dengan range pergerakan 5.776-5.936.
Mia Chitra Dinisari | 20 September 2018 08:43 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Diperkirakan indeks pada hari ini bergerak menguat dengan range pergerakan 5.776-5.936.

Analis Profindo Sekuritas Indonesia Yuliana mengatakan untuk rekomendasi saham hari ini yang bisa diperhatikan adalah WSBP (buy), ADMG (buy), KLBF (SoS), PNBN (buy), ASII(SoS), dan CTRA (buy).

Dia menjelaskan secara teknikal, indeks membentuk white marubozu candlestick pattern mengindikasikan potensi bullish reversal. Selain itu, penguatan IHSG juga terlihat dari indeks yang ditutup di atas garis MA5, sedangkan RSI masih berada di area netral. 

Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat terutama didorong menguatnya saham sektor aneka industry dan industry dasar. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp258 miliar dengan saham BBCA dan RIMO menjadi net top buyer, sedangkan saham PGAS dan BDMN menjadi net top seller. 

Adapun sentimen penggerak IHSG hari ini adalah sebagai berikut

Wall Street sebagian besar berakhir menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat dipicu kenaikan saham-saham di sektor keuangan karena dorongan kenaikan imbal hasil surat utang AS berjangka waktu 10 tahun yang mencapai level tertinggi dalam 4 bulan. Selain itu, diabaikannya sentiment perang dagang oleh investor turut mendorong indeks ke zona positif.  Namun, nasdaq melemah ditekan sektor teknologi tertekan akibat penurunan saham. Dow Jones +0.61%, S&P500 +0.13%, dan Nasdaq -0.08%.

Bursa Eropa kompak menguat dikarenakan investor mengabaikan sentiment perang dagang dimana para investor berpikir  perang dagang global tidak seburuk yang diperkirakan. Dax +0.42%, CAC 40 +0.56%, FTSE 100 +0.42%, dan Stoxx 600 +0.33%.

Harga minyak mentah ditutup menguat tajam lebih dari tiga persen menembus level USD 71 per barel setelah EIA merilis data persediaan meninyak metah pada minggu lalu turun 2.06 juta barel meskpun masih di bawah estimasi 2.7 juta barel. Selain itu, adanya kekhwatiran turunnya pasokan global akibat sanki terhadap Iran yang akan mulai berlaku pada 4 November masih mempengaruhi pasar

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top