Prediksi IHSG Kamis (20/9/2018): Indeks Masih Bertenaga, Simak Saham yang Layak Dicermati

Pergerakan indeks harga saham gabungan diprediksi menguat melanjutkan hasil penutupan sesi perdagangan sebelumnya.
M. Nurhadi Pratomo | 20 September 2018 01:29 WIB
Pengunjung berbincang di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA--Pergerakan indeks harga saham gabungan diprediksi menguat melanjutkan hasil penutupan sesi perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 61,80 poin atau 1,063% ke level 5.873,597 pada sesi penutupan perdagangan, Rabu (19/9). Sektor saham aneka industri menjadi pendorong pergerakan dengan penguatan 4,60% disusul sektor saham industri dasar 2,12%.

Lanjar Nafi, Head of Research Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indonesia mengatakan investor asing tercatat net buy Rp257,55 miliar. Kondisi itu sejalan dengan penguatan rupiah yang ditutup terapresiasi 0,13% terhadap dolar Amerika Serikat.

Secara teknikal, Lanjar menyebut pergerakan IHSG menguat setelah turun di bawah MA5 dengan kondisi yang cenderung tertahan. Indeks mendekati level resistance bearish trend dan MA20 yang menjadi resistance dan signal pulled back pada penguatan signifikan yang terjadi minggu lalu.

Dia menjelaskan bahwa Indikator Stokastik bergerak bearish dengan momentum yang tidak bergairah. Terlihat indikator RSI dengan pergerakan mendatar di middle oscillator.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak menguat tertahan menguji resistance MA50 dengan rentang pergerakan [support] 5.818 dan [resistance] 5.926,” tulisnya dalam riset yang dikutip Bisnis.com, Rabu (19/9/2018).

Adapun, Reliance Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati yakni BBRI, BMTR, BTPN, INCO, KLBF, MAPI, PTBA, dan PNLF.

Di sisi lain, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memproyeksikan indeks akan bergerak dengan level support pertama 5,844 dan support kedua 5,816. Selanjutnya, resistance pertama 5,891 dan resistance kedua 5,910.

Dennies memproyeksikan IHSG menguat didorong oleh kondisi global yang mulai kondusif dan nilai tukar rupiah yang terlihat stabil. Sementara, candlestick menunjukkan pola morning star didorong oleh volume yang kembali meningkat.

“Mengindikasikan IHSG berpotensi kembali menguat dalam jangka pendek,” jelasnya dalam riset.

Untuk sesi perdagangan hari ini, Artha Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor yakni INDY, BBTN, ADRO, PGAS, dan INCO.

Tag : IHSG, saham
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top